Obama: Setahun, Iran mampu bikin bom nuklir

Minggu, 06 Oktober 2013 - 03:55 WIB
Obama: Setahun, Iran...
Obama: Setahun, Iran mampu bikin bom nuklir
A A A
Sindonews.com – Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, percaya bahwa dalam satu tahun atau lebih Iran mampu membuat bom nuklir. Perkiraan itu, kata Obama lebih konservatif ketimbang perkiraan intelijen Israel.

Komentar Obama itu disampaikan dalam sebuah wawancara dengan Associated Press yang dirilis pada Sabtu (5/10/2013). ”Penilaian kami satu tahun atau lebih. Bahkan, sebenarnya perkiraan kami mungkin lebih konservatif dibandingkan perkiraan badan intelijen Israel,” ucap Obama.

Obama telah mengarahkan para pejabat AS untuk mencoba bekerja di luar kesepakatan dengan Iran untuk menghentikan program nuklirnya. Menurutnya klaim Presiden Iran, Hassan Rouhani, bahwa Teheran tidak membuat bom nuklir perlu ditelusuri.

AS, Israel dan negara-negara lain menuduh Iran menggunakan program nuklirnya untuk mencoba membuat bom nuklir. Sedangkan Iran berkali-kali menegaskan, program nuklirnya hanya untuk menghasilkan energi untuk keperluan sipil.

”Saya pikir Rouhani telah mempertaruhkan posisinya, pada gagasan bahwa ia dapat memperbaiki hubungan Iran dengan seluruh dunia,” kata Obama.

Israel terang-terangan menyatakan, bahwa pengayaan uraniu Iran telah sampai pada kemampuan untuk memproduksi bom nuklir. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu telah menolak dilplomasi dari Rouhani yang ia sebut sebagai tipu muslihat.

Obama mengatakan, dia memahami mengapa Israel skeptis terhadap upaya diplomasi yang dilakukan Rouhani. Namun, ia tetap akan menguji kesungguhan diplomasi dari presiden Iran yang dikenal moderat itu.

”(Terlebih), sistem yang berlaku di Iran, dia (Rouhani) bukan satu-satunya pengambil keputusan . Dia bahkan bukan pengambil keputusan akhir,” ujar Obama, mengacu pada peran pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah ali Khamenei sebagai pemegang kekuasaan mutlak di Iran.

Khamenei sendiri mendukung upaya diplomasi yang dilakukann Rouhani. Tapi, dia tetap tidak suka dengan AS. Menurutnya, ada yang tidak tepat dari diplomasi yang dilakukan Rouhani di New York.
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
4 Alasan Krisis Selat...
4 Alasan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan melalui Perang
1 jam yang lalu
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
2 jam yang lalu
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
3 jam yang lalu
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
4 jam yang lalu
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
5 jam yang lalu
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
8 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved