Partai penguasa Tunisia serahkan kekuasaan

Minggu, 06 Oktober 2013 - 00:15 WIB
Partai penguasa Tunisia...
Partai penguasa Tunisia serahkan kekuasaan
A A A
Sindonews.com – Partai Islam Ennahda Tunisia, yang memegang kekuasaan politik di negara itu, sepakat menyerahkan kekuasaan. Partai Ennahda dan kubu oposisi sepakat membentuk pemerintahan baru, yakni pemerintahan transisi dalam tiga minggu setelah kesepakatan dibuat.

Pemerintahan transisi, sudah disepakati akan diisi tokoh-tokoh independen. Mereka akan menjalankan roda pemerintahan Tunisia hingga pemilu baru digelar.

Pada bulan lalu, Partai Ennahda sejatinya sudah setuju untuk melepaskan kekuasaannya. Mereka legawa menyerahkan kekuasaannya, untuk mengakhiri kebuntuan politik di negeri itu. Krisis politik di Tunisia pecah, setelah terjadi pembunuhan terhadap dua pemimpin oposisi di awal tahun ini. Sejak itu, demonstrasi besar-besaran mengguncang Tunisia.

Selain bersedia menyerahkan kekuasaan, mengutip laporan Reuters, Sabtu (5/10/2013), Partai Ennahda dan oposisi juga sepakat untuk menentukan tanggal pelaksanaan pemilu.”Ini adalah keseimbangan (politik) yang rapuh. Kita harus bekerja untuk menemukan konsensus,” kata Maya Jibri, seorang pemimpin oposisi, dalam pembicaraan di Palais de Congres, Tunis pusat.

Partai Ennahda, berkuasa di Tunisia, sejak pemimpin Tunisia, Zine al-Abidine Ben Ali digulingkan melalui protes nasional pada tahun 2011. Di bawah pimpinan Ben Ali, Tunisia menjadi negara Islam paling sekuler.

Setelah berhasil menggulingkan Ben Ali, partai Islam dan kelompok garis keras menuntut peran agama yang lebih besar untuk mengatur kehidupan publik. Namun, penerapan aturan agama yang ketat, diprotes kubu oposisi, karena pendidikan liberal dan hak-hak demokrasi dan hak-hak perempuan dikebiri.

Kendati demikian, cara Tunisia menuju demokrasi relatif lebih damai, ketimbang negara-negara tentangganya, seperti Mesir dan Libya. Gejolak politik terakhir adalah buntut dari dua pembunuhan pimpinan oposisi beberapa waktu lalu.

Oposisi menuduh Partai Ennahda dan kelompok garis kelas terlibat dalam kasus itu. Oposisi juga menuntut penyerahan kekuasaan partai itu dikembalikan ke pemerintahan transisi.
(mas)
Berita Terkait
Setelah PM, Presiden...
Setelah PM, Presiden Tunisia Juga Pecat Menhan dan Menteri Kehakiman
Presiden Tunisia Saied...
Presiden Tunisia Saied Tunjuk Perdana Menteri Perempuan Pertama
AS Desak Presiden Tunisia...
AS Desak Presiden Tunisia Segera Bentuk Pemerintahan yang Jujur
Presiden Tunisia Sebut...
Presiden Tunisia Sebut Negaranya Dijalankan oleh Mafia
Aksinya Dituduh Kudeta,...
Aksinya Dituduh Kudeta, Ini Jawaban Presiden Tunisia Kais Saied
Tunisia Dilaporkan Tangkap...
Tunisia Dilaporkan Tangkap 1.000 Orang dalam Kerusuhan Selama 6 Malam
Berita Terkini
5 Fakta Kim Jong-un...
5 Fakta Kim Jong-un Enggan Berbicara tentang Ibunya, Dijuluki Anak Haram dari Seorang Selir
2 jam yang lalu
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
3 jam yang lalu
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
4 jam yang lalu
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
5 jam yang lalu
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
9 jam yang lalu
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
10 jam yang lalu
Infografis
Serahkan Kendali ke...
Serahkan Kendali ke Uni Eropa, Israel Mundur dari Perlintasan Rafah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved