Sebulan, hampir 1.000 orang terbunuh di Irak
Rabu, 02 Oktober 2013 - 17:51 WIB
Sebulan, hampir 1.000 orang terbunuh di Irak
A
A
A
Sindonews.com - Hampir 1.000 orang tewas dan lebih dari 2.000 lainnya terluka dalam kekerasan di Irak selama September 2013. Data itu dirilis PBB, kemarin, sebagai tanda kekerasan di negara itu kian parah.
Menurut data PBB, Baghdad adalah provinsi yang terkena dampak terburuk. Sebab, 887 warga sipil dan 92 anggota Pasukan Keamanan Nasiona Irak tewas di wilayah itu.
Kendati demikian, jumlah korban tewas selama September itu, lebih rendah daripada data pada bulan Juli 2013, di mana korban tewas mencapai 1.057 orang. Dengan demikian, dalam tahun ini, jumlah orang yang terbunuh dalam gelombang kekerasan di Irak menjadi 5.740 orang.
Utusan PBB, Nickolay Mladenov, mendesak rakyat Irak untuk mempromosikan dialog dan rekonsiliasi nasional. ”Para pemimpin politik, agama dan sipil serta aparat keamanan harus bekerja sama untuk mengakhiri pertumpahan darah dan memastikan bahwa semua warga Irak merasa sama-sama dilindungi,” kata Mladenov dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip BBC, Rabu (2/10/2013).
Menurutnya, sebagian besar kekerasan telah dituduhkan dilakukan gerilyawan Islam Sunni yang terkait dengan al-Qaeda di Irak (AQI). Klaim itu merujuk dari pengakuan kelompok itu di balik berbagai seragkaian bom mobil di distrik yang didominasi warga Muslim Syiah Baghdad.
Sementara itu, sebuah pernyataan yang diposting online oleh Negara Islam di Irak dan Levant (ISIS), sebuah kelompok payung yang terkait AQI, mengatakan pemboman itu sebagai balas dendam untuk aksi penyiksaan, pemindahan, penahanan dan likuidasi dari minoritas Sunni oleh Syiah yang dipimpin pemerintah Irak saat ini.
Menurut data PBB, Baghdad adalah provinsi yang terkena dampak terburuk. Sebab, 887 warga sipil dan 92 anggota Pasukan Keamanan Nasiona Irak tewas di wilayah itu.
Kendati demikian, jumlah korban tewas selama September itu, lebih rendah daripada data pada bulan Juli 2013, di mana korban tewas mencapai 1.057 orang. Dengan demikian, dalam tahun ini, jumlah orang yang terbunuh dalam gelombang kekerasan di Irak menjadi 5.740 orang.
Utusan PBB, Nickolay Mladenov, mendesak rakyat Irak untuk mempromosikan dialog dan rekonsiliasi nasional. ”Para pemimpin politik, agama dan sipil serta aparat keamanan harus bekerja sama untuk mengakhiri pertumpahan darah dan memastikan bahwa semua warga Irak merasa sama-sama dilindungi,” kata Mladenov dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip BBC, Rabu (2/10/2013).
Menurutnya, sebagian besar kekerasan telah dituduhkan dilakukan gerilyawan Islam Sunni yang terkait dengan al-Qaeda di Irak (AQI). Klaim itu merujuk dari pengakuan kelompok itu di balik berbagai seragkaian bom mobil di distrik yang didominasi warga Muslim Syiah Baghdad.
Sementara itu, sebuah pernyataan yang diposting online oleh Negara Islam di Irak dan Levant (ISIS), sebuah kelompok payung yang terkait AQI, mengatakan pemboman itu sebagai balas dendam untuk aksi penyiksaan, pemindahan, penahanan dan likuidasi dari minoritas Sunni oleh Syiah yang dipimpin pemerintah Irak saat ini.
(mas)