Iran siap pertahankan diri dari serangan Israel
Rabu, 02 Oktober 2013 - 04:01 WIB
Iran siap pertahankan diri dari serangan Israel
A
A
A
Sindonews.com – Iran mengaku siap untuk mempertahankan diri dari setiap serangan Israel. Demikian dinyatakan utusan Iran dalam sidang Majelis Umum PBB, Selasa (1/10/2013). Pernyataan ini dilontarkan, setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengancam akan bertindak sendiri untuk menghentikan upaya Iran mendapatkan bom nuklir.
"Perdana Menteri Israel sebaiknya tidak pernah berpikir untuk menyerang Iran, apalagi berencana untuk melakukan hal itu," tegas Khodadad Seifi, Wakil Duta Besar Iran di PBB Iran. Menurutnya, Netanyahu harus "serius menghindari kesalahan perhitungan".
"Kebijakan non agresi yang diterapkan Iran selama berabad-abad tidak harus diartikan sebagai ketidakmampuan untuk mempertahankan diri. Namun, tidak seperti Israel, Iran tidak dan tidak akan menyerang negara manapun," tambahnya.
Sebelumnya Netanyahu telah mengecam sikap dan senyum Presiden Iran Hassan Rouhani. Netanyahu menyebut senyum Rouhani penuh dengan kebohongan. "Dia pernah menipu dunia sekali. Sekarang, dia berpikir dia bisa menipu lagi. Anda lihat, Rouhani berpikir ia dapat memiliki kue kuning dan memakannya juga," kata Netanyahu.
“Sebuah serangan senyum lebih baik dari serangan militer. Dan memang, kebijakan senyum jauh lebih baik daripada berbohong,” lanjut Seifi, seperti dikutip dari AFP.
"Perdana Menteri Israel sebaiknya tidak pernah berpikir untuk menyerang Iran, apalagi berencana untuk melakukan hal itu," tegas Khodadad Seifi, Wakil Duta Besar Iran di PBB Iran. Menurutnya, Netanyahu harus "serius menghindari kesalahan perhitungan".
"Kebijakan non agresi yang diterapkan Iran selama berabad-abad tidak harus diartikan sebagai ketidakmampuan untuk mempertahankan diri. Namun, tidak seperti Israel, Iran tidak dan tidak akan menyerang negara manapun," tambahnya.
Sebelumnya Netanyahu telah mengecam sikap dan senyum Presiden Iran Hassan Rouhani. Netanyahu menyebut senyum Rouhani penuh dengan kebohongan. "Dia pernah menipu dunia sekali. Sekarang, dia berpikir dia bisa menipu lagi. Anda lihat, Rouhani berpikir ia dapat memiliki kue kuning dan memakannya juga," kata Netanyahu.
“Sebuah serangan senyum lebih baik dari serangan militer. Dan memang, kebijakan senyum jauh lebih baik daripada berbohong,” lanjut Seifi, seperti dikutip dari AFP.
(esn)