Basmi teroris, Suriah klaim tiru AS
Selasa, 01 Oktober 2013 - 12:42 WIB
Basmi teroris, Suriah klaim tiru AS
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Suriah, Walid al-Moualem, mengatakan, kondisi sebenarnya yang terjadi di Suriah adalah perang melawan teroris. Dia mengklaim, tindakan keras Pemerintah Bashar al-Assad terhadap pemberontak ekstremis juga meniru langkah AS dalam memberangus teroris.
”Orang-orang New York telah menyaksikan penghancuran dari terorisme, dan dibakar dengan api ekstrimisme dan pertumpahan darah, dengan cara yang sama kita lakukan di Suriah,” kata al-Moualem, mengacu pada serangan 11 September 2001 yang dilakukan jaringan al-Qaeda, yang meruntuhkan gedung World Trade Center di New York dan merusak Pentagon.
”Bagaimana bisa beberapa negara korban terorisme seperti Suriah, mengklaim memerangi terorisme tapi mendukung (teroris) di negara saya?,” sindir al-Moualem.
Mengutip laporan Reuters, Selasa (1/10/2013), pernyataan al-Moulem yang disampaikan dalam pidato di sidang Majelis Umum PBB di New York itu, disanggah pihak Amerika Serikat. Pernyataan al-Moulaem dianggap tidak kredibel.
”Fakta, bahwa rezim Suriah telah menyerang sekolah dan rumah sakit dan menggunakan senjata kimia pada rakyatnya sendiri menunjukkan bahwa mereka telah mengadopsi taktik yang sangat teroris, yang hari ini kami mengecam,” kata juru bicara misi AS untuk PBB, Erin Pelton.
Pemerintah Assad menuduh Turki, Arab Saudi, Qatar, Inggris, Prancis dan Amerika Serikat mempersenjatai , mendanai dan melatih pasukan pemberontak di Suriah.
”Orang-orang New York telah menyaksikan penghancuran dari terorisme, dan dibakar dengan api ekstrimisme dan pertumpahan darah, dengan cara yang sama kita lakukan di Suriah,” kata al-Moualem, mengacu pada serangan 11 September 2001 yang dilakukan jaringan al-Qaeda, yang meruntuhkan gedung World Trade Center di New York dan merusak Pentagon.
”Bagaimana bisa beberapa negara korban terorisme seperti Suriah, mengklaim memerangi terorisme tapi mendukung (teroris) di negara saya?,” sindir al-Moualem.
Mengutip laporan Reuters, Selasa (1/10/2013), pernyataan al-Moulem yang disampaikan dalam pidato di sidang Majelis Umum PBB di New York itu, disanggah pihak Amerika Serikat. Pernyataan al-Moulaem dianggap tidak kredibel.
”Fakta, bahwa rezim Suriah telah menyerang sekolah dan rumah sakit dan menggunakan senjata kimia pada rakyatnya sendiri menunjukkan bahwa mereka telah mengadopsi taktik yang sangat teroris, yang hari ini kami mengecam,” kata juru bicara misi AS untuk PBB, Erin Pelton.
Pemerintah Assad menuduh Turki, Arab Saudi, Qatar, Inggris, Prancis dan Amerika Serikat mempersenjatai , mendanai dan melatih pasukan pemberontak di Suriah.
(mas)