Remehkan serangan Taliban, 2 jenderal AS dipaksa pensiun
Selasa, 01 Oktober 2013 - 11:44 WIB
Remehkan serangan Taliban, 2 jenderal AS dipaksa pensiun
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Korps Marinir Amerika Serikat, Jenderal James Amos, telah memerintahkan dua jenderal untuk pensiun. Alasannya, mereka dianggap mempertahankan Camp Bastion di Afghanistan dari serangan Taliban.
”Mayor Jenderal Charles Gurganus dan Mayor Jenderal Gregg Sturdevant tidak mengambil tindakan perlindungan yang memadai untuk menghentikan serangan pada 2012 lalu,” kata Jenderal Amos .
Dua marinir tewas dan delapan personel lainnya terluka dalam serangan kelompok Taliban kala itu. Taliban juga menghancurkan enam jet tempur Harrier, dan beberapa fasilitas lainnya dirusak.
Sekitar 14 dari 15 penyerang tewas dan satu orang ditangkap.
Pada bulan Juni 2013, Jenderal Amos meminta Komando Sentral AS untuk melakukan investigasi. Tindakan pensiun dini terhadap dua jenderal itu, kata Amos, sesuai hasil penyelidikan.
Menurutnya, Jenderal Gurganus telah membuat kesalahan, dengan meremehkan risiko yang ditimbulkan oleh Taliban di wilayah Provinsi Helmand. Sedangkan Jenderal Sturdevant dianggap gagal mengantisipasi situasi dengan tidak memberikan perlindungan.
Mengutip laporan Reuters, Selasa (1/10/2013), kedua jenderal tersebut menerima keputusan pensiun dini dengan berbagai kesalahan yang dituduhkan.
Jenderal Amos merekomendasikan agar promosi jabatan Letnan Jenderal untuk Sturdevant dibatalkan. Sementara itu, Jenderal Gurganus mengeluarkan pernyataan singkat, bahwa ia merasa terhormat untuk bertugas di Korps Marinir selama 37 tahun.
”Saya akan menghargai itu selamanya. Saya memiliki keyakinan dalam kepemimpinan korps kami dan sepenuhnya menghormati keputusan komandan kami,” ucapnya.
”Mayor Jenderal Charles Gurganus dan Mayor Jenderal Gregg Sturdevant tidak mengambil tindakan perlindungan yang memadai untuk menghentikan serangan pada 2012 lalu,” kata Jenderal Amos .
Dua marinir tewas dan delapan personel lainnya terluka dalam serangan kelompok Taliban kala itu. Taliban juga menghancurkan enam jet tempur Harrier, dan beberapa fasilitas lainnya dirusak.
Sekitar 14 dari 15 penyerang tewas dan satu orang ditangkap.
Pada bulan Juni 2013, Jenderal Amos meminta Komando Sentral AS untuk melakukan investigasi. Tindakan pensiun dini terhadap dua jenderal itu, kata Amos, sesuai hasil penyelidikan.
Menurutnya, Jenderal Gurganus telah membuat kesalahan, dengan meremehkan risiko yang ditimbulkan oleh Taliban di wilayah Provinsi Helmand. Sedangkan Jenderal Sturdevant dianggap gagal mengantisipasi situasi dengan tidak memberikan perlindungan.
Mengutip laporan Reuters, Selasa (1/10/2013), kedua jenderal tersebut menerima keputusan pensiun dini dengan berbagai kesalahan yang dituduhkan.
Jenderal Amos merekomendasikan agar promosi jabatan Letnan Jenderal untuk Sturdevant dibatalkan. Sementara itu, Jenderal Gurganus mengeluarkan pernyataan singkat, bahwa ia merasa terhormat untuk bertugas di Korps Marinir selama 37 tahun.
”Saya akan menghargai itu selamanya. Saya memiliki keyakinan dalam kepemimpinan korps kami dan sepenuhnya menghormati keputusan komandan kami,” ucapnya.
(mas)