Kanada: Sanksi keras untuk Iran harus dipertahankan
Selasa, 01 Oktober 2013 - 00:27 WIB
Kanada: Sanksi keras untuk Iran harus dipertahankan
A
A
A
Sindonews.com – Kanada menyerukan sanksi ‘keras’ terhadap Iran harus dipertahankan, sampai Iran menunjukkan tanda-tanda konkret perubahan atas program nuklirnya. "Kata-kata manis, senyum, dan serangan pesona bukanlah pengganti untuk tindakan nyata," kata Menteri Luar Negeri Kanada, John Baird, di Majelis Umum PBB, Senin (30/9/2013).
Baird mengatakan, masyarakat internasional harus tetap berhati-hati tentang panggilan untuk kesepakatan nuklir yang dibuat oleh Presiden Iran, Hassan Rouhani.
"Tidak ada yang akan membuat Kanada lebih senang, daripada melihat perubahan dalam ambisi nuklir Iran. Sebuah perubahan catatan hak asasi manusia yang mengerikan. Dan, mengakhiri dukungan material Iran untuk terorisme," lanjut Baird, seperti dikutip dari AFP.
"Sekarang adalah waktu bagi komunitas global untuk mempertahankan sanksi keras terhadap Iran dalam rangka itu mengambil jalan yang berbeda mengenai program nuklirnya," tambahnya. Pernyataan ini dilontarkan Baird, setelah munculnya perkembangan hubungan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
Pekan lalu, Presiden AS Barack Obama mengaku telah melakukan percakapan telepon dengan Rouhani. Ini adalah bentuk komunikasi langsung antara pemimpin kedua negara dalam kurun beberapa dekade terakhir.
Baird mengatakan, masyarakat internasional harus tetap berhati-hati tentang panggilan untuk kesepakatan nuklir yang dibuat oleh Presiden Iran, Hassan Rouhani.
"Tidak ada yang akan membuat Kanada lebih senang, daripada melihat perubahan dalam ambisi nuklir Iran. Sebuah perubahan catatan hak asasi manusia yang mengerikan. Dan, mengakhiri dukungan material Iran untuk terorisme," lanjut Baird, seperti dikutip dari AFP.
"Sekarang adalah waktu bagi komunitas global untuk mempertahankan sanksi keras terhadap Iran dalam rangka itu mengambil jalan yang berbeda mengenai program nuklirnya," tambahnya. Pernyataan ini dilontarkan Baird, setelah munculnya perkembangan hubungan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
Pekan lalu, Presiden AS Barack Obama mengaku telah melakukan percakapan telepon dengan Rouhani. Ini adalah bentuk komunikasi langsung antara pemimpin kedua negara dalam kurun beberapa dekade terakhir.
(esn)