Kepala pemberontak Suriah: Ekstremis mencuri revolusi

Jum'at, 27 September 2013 - 17:48 WIB
Kepala pemberontak Suriah:...
Kepala pemberontak Suriah: Ekstremis mencuri revolusi
A A A
Sindonews.com - Kepala oposisi Koalisi Nasional Suriah, Ahmad Jarba, mengecam kelompok ekstremis yang ia sebut mencoba untuk “mencuri revolusi” yang digulirkan oposisi. Dia menyalahkan rezim Presiden Bashar al-Assad atas munculnya ekstremis di Suriah.

Pernyataan itu dia sampaikan dalam sebuah pidato di New York. ”Orang-orang Suriah mendukung perdamaian dan moderasi , toleransi dan koeksistensi,” kata Jarba.

”Fenomena ekstremisme muncul dengan dukungan dan perencanaan rezim, yang telah berjudi pada transformasi revolusi kemerdekaan menjadi perang saudara dan sektarian,” imbuh Jarba, seperti dikutip al-Arabiya, Jumat (27/9/2013).

Dia menuding rezim Suriah telah menciptakan dan mempersenjatai berbagai organisasi teroris dan meninggalkan mereka. ”Kelompok-kelompok lain telah menguasai perbatasan untuk mencuri revolusi kita,” ucapnya.

Sebuah kelompok ekstremis dari asing yang jumlahnya tidak diketahui, telah masuk ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok ekstremis seperti al-Qaeda, al-Nusra, dan kelompok Negara Islam Irak Levant (ISIL ).

Jarba menduga, mereka datang dari Eropa, Timur Tengah dan Chechnya . Oposisi anti-Assad, kata Jarba, semula menyambut kelompok jihad dan pejuang asing yang bergabung dengan mereka, yang telah berpengalaman dalam pertempuran.

Tapi dalam beberapa bulan terakhir, hubungan telah tegang. Terutama antara ISIL dan kelompok pemberontak non-ekstremis. ”Ekstremisme telah meningkat karena ketidakpedulian masyarakat internasional , yang telah gagal dalam tugasnya untuk rakyat Suriah,” kata Jarba.

Pihak oposisi telah berulang kali menyerukan kepada dunia internasional untuk menyediakan senjata bagi kelompok oposisi anti-Assad. Tapi, Barat enggan melakukannya, karena takut senjata akan jatuh ke tangan kelompok-kelompok ekstremis itu.

Dia menegaskan, satu-satunya solusi untuk mengakhir konflik, adalah dengan lengsernya Assad. ”Tidak ada cakrawala untuk Suriah sebelum jatuhnya rezim,” imbuh dia. ”Ketika ia pergi, Suriah akan mendapatkan kembali kebebasan mereka dan perdamaian sipil yang harmonis akan dikembalikan.”
(esn)
Berita Terkait
Tenda Permukiman Keluarga...
Tenda Permukiman Keluarga Terlantar yang Dikuasai Pemberontak Ditembaki Pasukan Suriah
Pasukan Suriah Serang...
Pasukan Suriah Serang Qardaha, Bentrokan Sengit di Latakia dan Tartous
Warga Suriah Menyeberangi...
Warga Suriah Menyeberangi Sungai ke Lebanon, Ribuan Mengungsi di Tengah Kekerasan di Pesisir
Gempuran Serangan Udara...
Gempuran Serangan Udara di Idlib, 21 Warga Tewas
Pemberontak Kuasai Aleppo,...
Pemberontak Kuasai Aleppo, Pasukan Bashar al-Assad Mundur
9 Negara Pemasok Senjata...
9 Negara Pemasok Senjata Tentara Suriah
Berita Terkini
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
43 menit yang lalu
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
1 jam yang lalu
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
3 jam yang lalu
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
4 jam yang lalu
Hindari Teluk, Irak...
Hindari Teluk, Irak Bersiap Buka Lagi Jalur Darat Suriah untuk Ekspor Minyak
4 jam yang lalu
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
6 jam yang lalu
Infografis
Profil Dadan Hindayana,...
Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Disorot Karena Marak Kasus Keracunan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved