Protes kenaikan harga minyak di Sudan, 24 tewas
Kamis, 26 September 2013 - 11:06 WIB
Protes kenaikan harga minyak di Sudan, 24 tewas
A
A
A
Sindonews.com - Memasuki hari ketiga protes menentang pemotongan subsidi bahan bakar minyak (BBM) di Ibu Kota Khartoum, Sudan, sebanyak 24 orang dilaporkan tewas dalam bentrok, Rabu (25/9/2013). Demikian disampaikan Direktur Rumah Sakit (RS) Omdurman, Osama Mortada kepada BBC.
"Staf kami telah menerima 21 mayat dan sekitar 80 orang korban luka -luka. Semuanya menderita luka tembak, beberapa terkena luka tembak di bagian dada," ungkap Mortada. Di hari yang sama, sumber medis di RS Khartoum Bahari mengatakan kepada BBC, bahwa pihak rumah sakit telah menerima tiga mayat. Mereka semua tewas ditembak peluru tajam, sehari sebelumnya.
Bentrok pecah ketika ratusan demostran, termasuk mahasiswa Sudan turun ke jalan setelah pemerintah mengumumkan keputusan mereka untuk menaikan harga minyak. Putusan ini diambil setelah terjadinya mencabutan subsidi minyak, akhir pekan kemarin.
Menurut pengakuan saksi mata, demostran anti-pemerintah melakukan aksi anarkis, mereka membakar sebuah gedung universitas dan beberapa SPBU di Khartoum. Mereka juga memblokir jalan utama ke menuju bandara dan membakar sejumlah mobil.
Polisi anti huru hara menembakan gas air mata untuk membubarkan para pengunjuk rasa. Demonstrasi yang awalnya hanya terjadi di wilayah selatan Khartoum, mulai menyebar ke kota-kota lain.
Pejabat Sudah mengutuk aksi anarkis tersebut dan mengambarkan tindakan sabotase yang terencana. "Selain kantor polisi, demostran juga menyerang listrik, pom bensin, bank, toko-toko dan sejumlah properti milik individu," ungkap Gubernur Gezira, al-Zubair Bashir Taha.
"Staf kami telah menerima 21 mayat dan sekitar 80 orang korban luka -luka. Semuanya menderita luka tembak, beberapa terkena luka tembak di bagian dada," ungkap Mortada. Di hari yang sama, sumber medis di RS Khartoum Bahari mengatakan kepada BBC, bahwa pihak rumah sakit telah menerima tiga mayat. Mereka semua tewas ditembak peluru tajam, sehari sebelumnya.
Bentrok pecah ketika ratusan demostran, termasuk mahasiswa Sudan turun ke jalan setelah pemerintah mengumumkan keputusan mereka untuk menaikan harga minyak. Putusan ini diambil setelah terjadinya mencabutan subsidi minyak, akhir pekan kemarin.
Menurut pengakuan saksi mata, demostran anti-pemerintah melakukan aksi anarkis, mereka membakar sebuah gedung universitas dan beberapa SPBU di Khartoum. Mereka juga memblokir jalan utama ke menuju bandara dan membakar sejumlah mobil.
Polisi anti huru hara menembakan gas air mata untuk membubarkan para pengunjuk rasa. Demonstrasi yang awalnya hanya terjadi di wilayah selatan Khartoum, mulai menyebar ke kota-kota lain.
Pejabat Sudah mengutuk aksi anarkis tersebut dan mengambarkan tindakan sabotase yang terencana. "Selain kantor polisi, demostran juga menyerang listrik, pom bensin, bank, toko-toko dan sejumlah properti milik individu," ungkap Gubernur Gezira, al-Zubair Bashir Taha.
(esn)