Presiden Brazil kritik AS di Majelis Umum PBB
Selasa, 24 September 2013 - 22:54 WIB
Presiden Brazil kritik AS di Majelis Umum PBB
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Brasil, Dilma Rousseff, pada Selasa (23/9/2013), mengkritik Amerika Serikat (AS) karena telah meluncurkan program mata-mata terhadap sejumlah negara di dunia. Pernyataan ini diungkapkan Rousseff dalam pidato di pembukaan sidang Majelis Umum PBB di New York, AS.
Setelah dibuka dengan basa-basi diplomatik dan mengutuk serangan di pusat perbelanjaan di Kenya, Rousseff melancarkan kritik pedas pada pemerintahan Presiden Barack Obama. Rousseff menyatakan, tindakan AS yang memata-matai negara lain benar-benar tidak dapat diterima.
"Campur Tangan sedemikian rupa dalam kehidupan dan urusan negara lain merupakan pelanggaran hukum internasional dan dengan demikian itu merupakan penghinaan terhadap prinsip-prinsip yang mengatur hubungan antar negara, terutama di kalangan negara-negara sahabat," kata Rousseff, seperti dikutip dari Xinhua.
Dalam kesempatan itu, Rousseff juga mengumumkan, bahwa negaranya akan mengadopsi legislasi dan teknologi untuk melindungi Brazil dari penyadapan komunikasi ilegal. Pekan lalu, Rousseff membatalkan kunjungan kenegaraan ke AS, yang semula dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.
Pembatalan ini dilakukan, setelah adanya laporan kalau Badan Keamanan Nasional AS telah memata-matai Brazil dan e-mail Rousseff. Menunda kunjungan kenegaraan, termasuk makan malam di Gedung Putih, adalah hal langka yang dilakukan Pemimpin Brazil. Belum ada tanggal baru yang ditetapkan untuk kunjungan Rousseff ke AS.
Setelah dibuka dengan basa-basi diplomatik dan mengutuk serangan di pusat perbelanjaan di Kenya, Rousseff melancarkan kritik pedas pada pemerintahan Presiden Barack Obama. Rousseff menyatakan, tindakan AS yang memata-matai negara lain benar-benar tidak dapat diterima.
"Campur Tangan sedemikian rupa dalam kehidupan dan urusan negara lain merupakan pelanggaran hukum internasional dan dengan demikian itu merupakan penghinaan terhadap prinsip-prinsip yang mengatur hubungan antar negara, terutama di kalangan negara-negara sahabat," kata Rousseff, seperti dikutip dari Xinhua.
Dalam kesempatan itu, Rousseff juga mengumumkan, bahwa negaranya akan mengadopsi legislasi dan teknologi untuk melindungi Brazil dari penyadapan komunikasi ilegal. Pekan lalu, Rousseff membatalkan kunjungan kenegaraan ke AS, yang semula dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.
Pembatalan ini dilakukan, setelah adanya laporan kalau Badan Keamanan Nasional AS telah memata-matai Brazil dan e-mail Rousseff. Menunda kunjungan kenegaraan, termasuk makan malam di Gedung Putih, adalah hal langka yang dilakukan Pemimpin Brazil. Belum ada tanggal baru yang ditetapkan untuk kunjungan Rousseff ke AS.
(esn)