Iran & Rusia setuju untuk bangun pembangkit listrik nuklir baru
Senin, 23 September 2013 - 21:51 WIB
Iran & Rusia setuju untuk bangun pembangkit listrik nuklir baru
A
A
A
Sindonews.com – Iran dan Rusia telah sepakat untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir yang baru. Demikian dilaporkan Press TV, Senin (23/9/2013). “Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan komisi ekonomi Iran-Rusia baru-baru ini,” kata kepala Organisasi Energi Atom Iran, Ali-Akbar Salehi.
Salehi menyatakan harapannya, bahwa pembangunan unit kedua dari pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr akan berlangsung dalam waktu dekat. Salehi juga pernah mengatakan, bahwa Iran berharap Rusia dapat berpartisipasi dalam pembangunan unit kedua dari pembangkit listrik nuklir di Bushehr.
Sebelumnya, Dubes Rusia untuk Iran, Levan Dzhagaryan, mengatakan, bahwa Moskow siap untuk meningkatkan kerjasama nuklir dengan Teheran, bahkan setelah Republik Islam Iran mengambil kendali penuh dari Rusia pada pembangkit listrik nuklir Bushehr.
Menurut pejabat Iran, kapasitas unit kedua dari pembangkit listrik tenaga nuklir 4.000 megawatt akan menambah lagi dengan kapasitas 1.000 megawatt saat ini. Lembaga atom Rusia, Rosatom, mengatakan, bahwa pihaknya siap untuk membantu Iran membangun unit lain di pabrik Bushehr.
Pembangunan pembangkit listrik nuklir di Bushehr dimulai pada 1975 oleh beberapa perusahaan Jerman. Namun, operasionalnya dihentikan ketika Amerika Serikat memberlakukan embargo pasokan berteknologi tinggi ke Iran sesudah revolusi 1979. Lalu, Rusia menandatangani kontrak dengan Iran untuk menyelesaikan pembangunannya pada 1998.
Salehi menyatakan harapannya, bahwa pembangunan unit kedua dari pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr akan berlangsung dalam waktu dekat. Salehi juga pernah mengatakan, bahwa Iran berharap Rusia dapat berpartisipasi dalam pembangunan unit kedua dari pembangkit listrik nuklir di Bushehr.
Sebelumnya, Dubes Rusia untuk Iran, Levan Dzhagaryan, mengatakan, bahwa Moskow siap untuk meningkatkan kerjasama nuklir dengan Teheran, bahkan setelah Republik Islam Iran mengambil kendali penuh dari Rusia pada pembangkit listrik nuklir Bushehr.
Menurut pejabat Iran, kapasitas unit kedua dari pembangkit listrik tenaga nuklir 4.000 megawatt akan menambah lagi dengan kapasitas 1.000 megawatt saat ini. Lembaga atom Rusia, Rosatom, mengatakan, bahwa pihaknya siap untuk membantu Iran membangun unit lain di pabrik Bushehr.
Pembangunan pembangkit listrik nuklir di Bushehr dimulai pada 1975 oleh beberapa perusahaan Jerman. Namun, operasionalnya dihentikan ketika Amerika Serikat memberlakukan embargo pasokan berteknologi tinggi ke Iran sesudah revolusi 1979. Lalu, Rusia menandatangani kontrak dengan Iran untuk menyelesaikan pembangunannya pada 1998.
(esn)