Korsel desak Korut untuk lanjutkan rencana reuni keluarga
Senin, 23 September 2013 - 20:59 WIB
Korsel desak Korut untuk lanjutkan rencana reuni keluarga
A
A
A
Sindonews.com – Korea Selatan (Korsel) pada Senin (23/9/2013), mendesak Korea Utara (Korut) untuk meninjau kembali keputusan untuk menunda reuni bagi keluarga yang terpisah oleh Perang Korea. Menurut Korsel, sikap Korut itu “sangat melukai” individu yang terpilih untuk berpartisipasi dalam acara tersebut.
Semula, kedua Korea telah menyetujui acara reuni keluarga ini akan digelar di resor Gunung Kumgang pada 25 September mendatang. Namun pada akhir pekan lalu, Korut secara tiba-tiba menyatakan penundaan dan menyalahkan sikap bermusuhan Pemerintah Korsel atas penundaan ini.
"Keputusan untuk menunda acara ini telah menyebabkan anggota keluarga sangat kecewa dan terluka. Dan, itu memancing kritik dari Korsel dan masyarakat internasional, kata Kim Eui-do, Juru Bicara Kementerian Unifikasi Seoul yang menangani urusan Korut.
"Korut harus memungkinkan acara reuni untuk terus berlangsung secepat mungkin, untuk menyembuhkan luka dan penderitaan anggota keluarga," lanjutnya. Sebelumnya, Kementerian Unifikasi Seoul telah mengecam keputusan Korut ini dan menyebutnya sebagai hal yang “tidak manusiawi".
Korut sendiri telah menyatakan akan menunda partisipasi dalam acara reuni keluarga ini "sampai suasana normal diciptakan" agar kedua Korea dapat berdialog dan negosiasi.
Semula, kedua Korea telah menyetujui acara reuni keluarga ini akan digelar di resor Gunung Kumgang pada 25 September mendatang. Namun pada akhir pekan lalu, Korut secara tiba-tiba menyatakan penundaan dan menyalahkan sikap bermusuhan Pemerintah Korsel atas penundaan ini.
"Keputusan untuk menunda acara ini telah menyebabkan anggota keluarga sangat kecewa dan terluka. Dan, itu memancing kritik dari Korsel dan masyarakat internasional, kata Kim Eui-do, Juru Bicara Kementerian Unifikasi Seoul yang menangani urusan Korut.
"Korut harus memungkinkan acara reuni untuk terus berlangsung secepat mungkin, untuk menyembuhkan luka dan penderitaan anggota keluarga," lanjutnya. Sebelumnya, Kementerian Unifikasi Seoul telah mengecam keputusan Korut ini dan menyebutnya sebagai hal yang “tidak manusiawi".
Korut sendiri telah menyatakan akan menunda partisipasi dalam acara reuni keluarga ini "sampai suasana normal diciptakan" agar kedua Korea dapat berdialog dan negosiasi.
(esn)