Akhiri pengepungan Zamboanga, Wapres Filipina & MNLF bicara
Sabtu, 14 September 2013 - 12:16 WIB
Akhiri pengepungan Zamboanga, Wapres Filipina & MNLF bicara
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Presiden Filipina, Jejomar Binay, mengadakan pembicaraan dengan gerilyawan Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF), setelah gerilyawan dan pasukan Filipina baku tembak lima hari. Pembicaraan itu, juga untuk mengakhiri pengepungan pasukan Filipina di Zamboanga yang dijadikan lokasi konflik MNLF dengan pasukan Filipina.
Kedua pihak sudah sepakat melakukan gencatan senjata, mulai Sabtu (14/9/2013) di kota Zamboanga. Pemerintah bertekad mengakhiri pengepungan kota Zamboanga, di mana para gerilyawan diduga telah menyandera sekitar 100 warga.
Seperti dikutip BBC, lebih dari 22 orang tewas dalam baku tembak sejak Senin pekan ini, di kota Zamboanga. Sedangkan sekitar 15 ribu warga telah mengungsi.
Wakil Presiden Binay, sebelumnya mengaku telah berbicara melalui telepon dengan pemimpin MNLF Nur Misuari dan Menteri Pertahanan Voltaire Gazmin. Pemerintah dan MNLF, kata Binay, sepakat untuk menghentikan pertempuran. ”Rincian penyelesaian damai bisa cepat muncul, dengan gencatan senjata di tempat,” kata Binay, kepada AP.
Presiden Benigno Aquino, telah terbang ke Zamboanga sejak kemarin. Dia telah mengeluarkan peringatan kepada para pemberontak MNLF untuk tidak melukai warga sipil. Menurutnya, pasukan pemerintah telah menggunakan kekuatan luar biasa dan tidak akan ragu bertindak kepada gerilyawan MNLF.
Lebih dari 1.000 tentara telah berjuang untuk mengusir pemberontak MNLF keluar dari kota Zamboanga. MNLF selama ini berperang untuk mendirikan sebuah negara merdeka di Filipina selatan.
Kedua pihak sudah sepakat melakukan gencatan senjata, mulai Sabtu (14/9/2013) di kota Zamboanga. Pemerintah bertekad mengakhiri pengepungan kota Zamboanga, di mana para gerilyawan diduga telah menyandera sekitar 100 warga.
Seperti dikutip BBC, lebih dari 22 orang tewas dalam baku tembak sejak Senin pekan ini, di kota Zamboanga. Sedangkan sekitar 15 ribu warga telah mengungsi.
Wakil Presiden Binay, sebelumnya mengaku telah berbicara melalui telepon dengan pemimpin MNLF Nur Misuari dan Menteri Pertahanan Voltaire Gazmin. Pemerintah dan MNLF, kata Binay, sepakat untuk menghentikan pertempuran. ”Rincian penyelesaian damai bisa cepat muncul, dengan gencatan senjata di tempat,” kata Binay, kepada AP.
Presiden Benigno Aquino, telah terbang ke Zamboanga sejak kemarin. Dia telah mengeluarkan peringatan kepada para pemberontak MNLF untuk tidak melukai warga sipil. Menurutnya, pasukan pemerintah telah menggunakan kekuatan luar biasa dan tidak akan ragu bertindak kepada gerilyawan MNLF.
Lebih dari 1.000 tentara telah berjuang untuk mengusir pemberontak MNLF keluar dari kota Zamboanga. MNLF selama ini berperang untuk mendirikan sebuah negara merdeka di Filipina selatan.
(esn)