Di PBB, Rusia sebut bukti serangan senjata kimia Suriah palsu
Selasa, 10 September 2013 - 21:27 WIB
Di PBB, Rusia sebut bukti serangan senjata kimia Suriah palsu
A
A
A
Sindonews.com - Peserta briefing PBB di Jenewa mengatakan, bukti dugaan serangan senjata kimia di pinggiran Ibu Kota Damaskus, Suriah adalah palsu. Demikian isi pernyataan yang diungkapkan Kementerian Luar Negeri Rusia dalam situsnya, Selasa (10/9/2013).
"Peserta briefing di Jenewa memperingatkan, bahwa rekaman video dan gambar foto yang menunjukan serangan kimia di desa-desa di pinggiran Damaskus telah dipersiapkan dari awal," ungkap pernyataan Kemlu Rusia.
Brifing tersebut dihadiri sejumlah ahli internasonal, perwakilan dari Suriah dan reporter televisi yang meliput perang di Suriah. "Sejumlah saksi mata bersuara bulat, bahwa senjata kimia yang digunakan di sisi timur Guta digunakan oleh kelompok pemberontak," lanjutnya.
"Dalam briefing tersebut, disebutan pula, bahwa Amerika Serikat harus mempertanggung jawabkan ancaman ilegal mereka untuk menyerang Suriah dengan menggunakan kekuatan militer," lanjut isi pernyataan tersebut.
Sementara itu, Alexei Borodavkin, Perwakilan Tetap Rusia di PBB, mengutuk penggunaan senjata kimia di Suriah dan menyebut serangan tersebut sebagai sebuah tindakan provokasi.
Borodavkin yang ikut berpartisipasi dalam pertemuan ke 24 HAM PBB di Jenewa, Senin 9 September kemarin menyerukan PBB untuk mengadakan penyelidikan menyeluruh untuk membuktikan kebenaran dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah oleh rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.
"Peserta briefing di Jenewa memperingatkan, bahwa rekaman video dan gambar foto yang menunjukan serangan kimia di desa-desa di pinggiran Damaskus telah dipersiapkan dari awal," ungkap pernyataan Kemlu Rusia.
Brifing tersebut dihadiri sejumlah ahli internasonal, perwakilan dari Suriah dan reporter televisi yang meliput perang di Suriah. "Sejumlah saksi mata bersuara bulat, bahwa senjata kimia yang digunakan di sisi timur Guta digunakan oleh kelompok pemberontak," lanjutnya.
"Dalam briefing tersebut, disebutan pula, bahwa Amerika Serikat harus mempertanggung jawabkan ancaman ilegal mereka untuk menyerang Suriah dengan menggunakan kekuatan militer," lanjut isi pernyataan tersebut.
Sementara itu, Alexei Borodavkin, Perwakilan Tetap Rusia di PBB, mengutuk penggunaan senjata kimia di Suriah dan menyebut serangan tersebut sebagai sebuah tindakan provokasi.
Borodavkin yang ikut berpartisipasi dalam pertemuan ke 24 HAM PBB di Jenewa, Senin 9 September kemarin menyerukan PBB untuk mengadakan penyelidikan menyeluruh untuk membuktikan kebenaran dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah oleh rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.
(esn)