Rusia yakin, rezim Suriah tak gunakan senjata kimia
Senin, 09 September 2013 - 23:49 WIB
Rusia yakin, rezim Suriah tak gunakan senjata kimia
A
A
A
Sindonews.com – Sebagai pendukung utama rezim Presiden Bashar al-Assad, Rusia sangat yakin kalau sekutunya itu tak pernah melancarkan serangan senjata kimia. Sebaliknya, Rusia menuduh kaum militan sebagai dalang di balik serangan gas mematikan dalam perang saudara di Suriah.
Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, setelah mengadakan pembicaraan dengan timpalannya dari Suriah, Walid al-Moualem, Senin (9/9/2013). Lavrov mengatakan, Rusia memiliki bukti "berlimpah", bahwa senjata kimia di Suriah yang digunakan oleh oposisi bersenjata dan bukan pasukan pemerintah.
"Ada kesaksian saksi mata atas tindakan keterlaluan militan bersenjata. Dan, ada rekaman video on line yang diposting oleh para militan itu sendiri, sehingga mereka dapat membanggakan perilaku mereka," kata Lavrov, seperti dikutip dari Xinhua.
"Ada juga pendapat professional, misalnya dari anggota komisi penyelidikan PBB, Carla del Ponte. Ia mengatakan, bahwa dia punya informasi tentang penggunaan agen senjata kimia oleh militan," tambah Lavrov.
Dalam kesempatan itu, Lavrov juga menyatakan, bahwa serangan ke Suriah yang akan dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dapat menyebabkan penyebaran terorisme. "Kami percaya itu benar-benar diperlukan untuk menghormati hukum internasional dan kesepakatan yang dicapai. Karena itu, diperlukan penyelidikan menyeluruh atas semua laporan tentang penggunaan senjata kimia," kata Lavrov.
Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, setelah mengadakan pembicaraan dengan timpalannya dari Suriah, Walid al-Moualem, Senin (9/9/2013). Lavrov mengatakan, Rusia memiliki bukti "berlimpah", bahwa senjata kimia di Suriah yang digunakan oleh oposisi bersenjata dan bukan pasukan pemerintah.
"Ada kesaksian saksi mata atas tindakan keterlaluan militan bersenjata. Dan, ada rekaman video on line yang diposting oleh para militan itu sendiri, sehingga mereka dapat membanggakan perilaku mereka," kata Lavrov, seperti dikutip dari Xinhua.
"Ada juga pendapat professional, misalnya dari anggota komisi penyelidikan PBB, Carla del Ponte. Ia mengatakan, bahwa dia punya informasi tentang penggunaan agen senjata kimia oleh militan," tambah Lavrov.
Dalam kesempatan itu, Lavrov juga menyatakan, bahwa serangan ke Suriah yang akan dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dapat menyebabkan penyebaran terorisme. "Kami percaya itu benar-benar diperlukan untuk menghormati hukum internasional dan kesepakatan yang dicapai. Karena itu, diperlukan penyelidikan menyeluruh atas semua laporan tentang penggunaan senjata kimia," kata Lavrov.
(esn)