Perancis kembali tegaskan dukungan untuk transisi demokrasi di Mesir
Senin, 09 September 2013 - 23:39 WIB
Perancis kembali tegaskan dukungan untuk transisi demokrasi di Mesir
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Perancis, pada Senin (9/9/2013), kembali menegaskan dukungan Paris untuk dialog antara semua faksi di Mesir dalam upaya untuk mendirikan negara demokrasi di negara Arab yang paling padat penduduknya itu.
"Laurent Fabius mengatakan, bahwa Perancis telah mengambil catatan dari komitmen pemerintah Mesir untuk melaksanakan road map transisi politik, yang menetapkan tujuan membangun negara demokratis yang menjamin kebebasan dan keadilan bagi semua orang Mesir," kata Philippe Lalliot, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Perancis.
Menurutnya, para diplomat Perancis meminta semua pihak Mesir untuk "mengekspresikan diri secara damai". “Perancis sangat mendorong dialog nasional yang inklusif untuk menyelesaikan transisi," tambah Lalliot.
Selama pertemuan di Paris, Fabius dan Menlu Mesir, Nabil Fahmi, juga mengadakan pembicaraan mengenai cara-cara untuk mengakhiri krisis Suriah dan menghidupkan kembali proses perdamaian di Timur Tengah yang menemui kebuntuan.
Bulan lalu , Mesir mengumumkan keadaan darurat selama satu bulan dan memberlakukan jam malam di sejumlah provinsi yang bergejolak, termasuk Kairo, Alexandria, Sinai Utara dan Selatan. Jam mala mini diberlakukan setelah ratusan orang tewas, menyusul bentrokan antara polisi dan demonstran pendukung presiden terguling, Mohamed Morsi.
"Laurent Fabius mengatakan, bahwa Perancis telah mengambil catatan dari komitmen pemerintah Mesir untuk melaksanakan road map transisi politik, yang menetapkan tujuan membangun negara demokratis yang menjamin kebebasan dan keadilan bagi semua orang Mesir," kata Philippe Lalliot, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Perancis.
Menurutnya, para diplomat Perancis meminta semua pihak Mesir untuk "mengekspresikan diri secara damai". “Perancis sangat mendorong dialog nasional yang inklusif untuk menyelesaikan transisi," tambah Lalliot.
Selama pertemuan di Paris, Fabius dan Menlu Mesir, Nabil Fahmi, juga mengadakan pembicaraan mengenai cara-cara untuk mengakhiri krisis Suriah dan menghidupkan kembali proses perdamaian di Timur Tengah yang menemui kebuntuan.
Bulan lalu , Mesir mengumumkan keadaan darurat selama satu bulan dan memberlakukan jam malam di sejumlah provinsi yang bergejolak, termasuk Kairo, Alexandria, Sinai Utara dan Selatan. Jam mala mini diberlakukan setelah ratusan orang tewas, menyusul bentrokan antara polisi dan demonstran pendukung presiden terguling, Mohamed Morsi.
(esn)