AS membidik lebih dari 50 target serangan di Suriah
Minggu, 08 September 2013 - 23:54 WIB
AS membidik lebih dari 50 target serangan di Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Pentagon dilaporkan sedang menyiapkan serangan lebih intens dan lebih lama ke Suriah, dibanding yang telah direncanakan sebelumnya. Serangan itu rencananya akan dilangsungkan selama tiga hari. Demikian dilaporkan oleh Los Angeles Times, Minggu (8/9/2013).
“Saat ini, perencana perang bertujuan untuk melepaskan rentetan serangan rudal yang akan diikuti dengan cepat oleh serangan lanjutan pada target yang mungkin telah terlewatkan atau tetap berdiri setelah serangan awal,” sebut laporan Los Angeles Times, mengutip pernyataan dua perwira militer Amerika Serikat (AS) yang tak disebutkan namanya.
Dua perwira AS itu mengatakan, bahwa Gedung Putih telah meminta daftar target diperluas untuk memasukkan "lebih banyak" target dari daftar awal yang hanya sekitar 50 target. Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk memperoleh senjata tambahan untuk merusak pasukan Presiden Suriah, Bashar al-Assad.
Masih menurut laporan Los Angeles Times, perencana Pentagon sekarang mempertimbangkan menggunakan pesawat pembom milik Angkatan Udara AS, serta lima rudal perusak AS saat berpatroli di timur Laut Mediterania, untuk meluncurkan rudal jelajah dan rudal udara ke permukaan dari jauh, sehingga tak terjangkau pertahanan udara Suriah.
Kapal induk USS Nimitz yang berada satu grup dengan satu kapal penjelajah dan tiga kapal perusak, saat ini diposisikan di Laut Merah dan juga dapat menembakkan rudal jelajah ke Suriah. “Akan ada beberapa tembakan dan penilaian setelah setiap voli, tetapi semua dalam waktu 72 jam dan indikasi yang jelas ketika kita selesai," jelas perwira tersebut.
“Saat ini, perencana perang bertujuan untuk melepaskan rentetan serangan rudal yang akan diikuti dengan cepat oleh serangan lanjutan pada target yang mungkin telah terlewatkan atau tetap berdiri setelah serangan awal,” sebut laporan Los Angeles Times, mengutip pernyataan dua perwira militer Amerika Serikat (AS) yang tak disebutkan namanya.
Dua perwira AS itu mengatakan, bahwa Gedung Putih telah meminta daftar target diperluas untuk memasukkan "lebih banyak" target dari daftar awal yang hanya sekitar 50 target. Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk memperoleh senjata tambahan untuk merusak pasukan Presiden Suriah, Bashar al-Assad.
Masih menurut laporan Los Angeles Times, perencana Pentagon sekarang mempertimbangkan menggunakan pesawat pembom milik Angkatan Udara AS, serta lima rudal perusak AS saat berpatroli di timur Laut Mediterania, untuk meluncurkan rudal jelajah dan rudal udara ke permukaan dari jauh, sehingga tak terjangkau pertahanan udara Suriah.
Kapal induk USS Nimitz yang berada satu grup dengan satu kapal penjelajah dan tiga kapal perusak, saat ini diposisikan di Laut Merah dan juga dapat menembakkan rudal jelajah ke Suriah. “Akan ada beberapa tembakan dan penilaian setelah setiap voli, tetapi semua dalam waktu 72 jam dan indikasi yang jelas ketika kita selesai," jelas perwira tersebut.
(esn)