Perundingan damai bocor, Israel komplain kepada AS
Minggu, 08 September 2013 - 20:18 WIB
Perundingan damai bocor, Israel komplain kepada AS
A
A
A
Sindonews.com - Para pejabat Israel mengeluh kepada rekan-rekan mereka di Amerika Serikat (AS) perihal kebocoran jalannya perundingan damai Israel-Palestina kepada media. Demikian seperti dilansir dari Ha'aretz, Minggu (8/9/2013).
Keluhan tersebut datang, setelah Palestina menuduh Israel tidak membuat kemajuan dan hanya membuang-buang waktu dalam perundingan damai yang telah memasuki putaran ke enam.
"Palestina telah melanggar kesepakatan jalannya perundingan yang telah dibuat dengan Israel dan Menteri Luar Negeri AS, John Kerry," keluh utusan Ketua Negosiator dan Menteri Kehakiman Israel, Tzipi Livni kepada utusan AS untuk proses perundingan damai Timur Tengah, Martin Indyk.
Seperti diketahui, pada 30 Juli 2013 lalu Israel dan Palestina kembali melanjutkan perundingan damai dengan Israel setelah tiga tahun terhenti. Di awal perundingan, kedua belah pihak sepakat untuk tidak membocorkan informasi apapun kepada media, mencakup jalannya perundingan, termasuk tempat dan waktu perundingan.
Beberapa kali setelah perundingan berlangsung, pihak Palestina memberikan bocoran tentang jalannya proses perundingan damai. Pemerintah Israel tidak terima akan kebocoran tersebut dan memutuskan untuk mengajukan keluhan kepada AS.
"Pihak Palestina tidak hanya membocorkan informasi, tapi juga mengungkapkan informasi yang salah," ungkap seorang pejabat Israel yang enggan namanya disebut.
"Mereka mengatakan kepada awak media, bahwa tidak ada kemajuan dalam perundingan. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan tekanan internasional atas Israel," lanjut sumber tersebut.
Keluhan tersebut datang, setelah Palestina menuduh Israel tidak membuat kemajuan dan hanya membuang-buang waktu dalam perundingan damai yang telah memasuki putaran ke enam.
"Palestina telah melanggar kesepakatan jalannya perundingan yang telah dibuat dengan Israel dan Menteri Luar Negeri AS, John Kerry," keluh utusan Ketua Negosiator dan Menteri Kehakiman Israel, Tzipi Livni kepada utusan AS untuk proses perundingan damai Timur Tengah, Martin Indyk.
Seperti diketahui, pada 30 Juli 2013 lalu Israel dan Palestina kembali melanjutkan perundingan damai dengan Israel setelah tiga tahun terhenti. Di awal perundingan, kedua belah pihak sepakat untuk tidak membocorkan informasi apapun kepada media, mencakup jalannya perundingan, termasuk tempat dan waktu perundingan.
Beberapa kali setelah perundingan berlangsung, pihak Palestina memberikan bocoran tentang jalannya proses perundingan damai. Pemerintah Israel tidak terima akan kebocoran tersebut dan memutuskan untuk mengajukan keluhan kepada AS.
"Pihak Palestina tidak hanya membocorkan informasi, tapi juga mengungkapkan informasi yang salah," ungkap seorang pejabat Israel yang enggan namanya disebut.
"Mereka mengatakan kepada awak media, bahwa tidak ada kemajuan dalam perundingan. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan tekanan internasional atas Israel," lanjut sumber tersebut.
(esn)