Palestina: Israel sudah buat proposal perdamaian baru
Kamis, 05 September 2013 - 18:25 WIB
Palestina: Israel sudah buat proposal perdamaian baru
A
A
A
Sindonews.com - Seorang pejabat Palestina mengatakan, Pemerintah Israel telah membuat proposal baru tentang batas baru wilayah negara Palestina yang baru, tapi proposal tersebut tidak menyertakan pembahasaan soal pembangunan sejumlah pemukiman Yahudi dan pangkalan militer di Tepi Barat, Kamis (5/9/2013).
"Pihak Palestina akan menentang proposal tersebut, menghawatirkan bahwa setiap pengaturan yang bersifat sementara jika dibiarkan dapat menjadi permanen," ungkap seorang pejabat Palestina.
Pengumuman ini adalah informasi yang paling rinci terbaru soal perundingan damai Israel-Palestina yang kembali digelar setelah lima tahun terhenti. Belum ada tanggapan dari Pemerintah Israel soal pengakuan yang datang dari pihak Palestina.
Departemen Luar Negeri AS, mengatakan pada Minggu lalu, bahwa delegasi Israel dan Palestina telah bertemu terus-menerus sejak pembicaraan damai yang dimulai pada 29 Juli 2013.Sebelumnya, Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, mengatakan, belum ada kemajuan yang dihasilkan dari perundingan damai Palestina-Israel. Tapi dirinya berharap perundingan ini tidak hanya membuang-buang waktu dan saya berharap Palestina-Israel dapat mencapai kesepakatan dalam enam bulan ke depan.
Abbas sedikit bertutur tentang kondisi perundingan. Menurutnya, kedua belah pihak yang melakukan perundingan tidak memiliki waktu yang cukup untuk melakukan pertemuan sesering mungkin. "Seharusnya, delegasi yang mengadakan perundingan melakukan pertemuan setiap hari. Selain itu, sebagai pemimpin, saya juga ingin bertemu langsung dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu," jelasnya.
"Pihak Palestina akan menentang proposal tersebut, menghawatirkan bahwa setiap pengaturan yang bersifat sementara jika dibiarkan dapat menjadi permanen," ungkap seorang pejabat Palestina.
Pengumuman ini adalah informasi yang paling rinci terbaru soal perundingan damai Israel-Palestina yang kembali digelar setelah lima tahun terhenti. Belum ada tanggapan dari Pemerintah Israel soal pengakuan yang datang dari pihak Palestina.
Departemen Luar Negeri AS, mengatakan pada Minggu lalu, bahwa delegasi Israel dan Palestina telah bertemu terus-menerus sejak pembicaraan damai yang dimulai pada 29 Juli 2013.Sebelumnya, Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, mengatakan, belum ada kemajuan yang dihasilkan dari perundingan damai Palestina-Israel. Tapi dirinya berharap perundingan ini tidak hanya membuang-buang waktu dan saya berharap Palestina-Israel dapat mencapai kesepakatan dalam enam bulan ke depan.
Abbas sedikit bertutur tentang kondisi perundingan. Menurutnya, kedua belah pihak yang melakukan perundingan tidak memiliki waktu yang cukup untuk melakukan pertemuan sesering mungkin. "Seharusnya, delegasi yang mengadakan perundingan melakukan pertemuan setiap hari. Selain itu, sebagai pemimpin, saya juga ingin bertemu langsung dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu," jelasnya.
(esn)