AS peringatkan warganya untuk hindari protes massa di Kamboja
Kamis, 05 September 2013 - 00:18 WIB
AS peringatkan warganya untuk hindari protes massa di Kamboja
A
A
A
Sindonews.com – Kedutaan Amerika Serikat (AS) pada Rabu (4/9/2013), mendesak warganya untuk menjauhi aksi demonstrasi massa yang diprakarsai oleh oposisi Kamboja pada 7 September mendatang.
"Meski banyak pertemuan politik baru-baru ini di Kamboja setelah pemilihan 28 Juli telah berlangsung tanpa kekerasan, namun demonstrasi atau peristiwa yang dimaksudkan untuk menjadi damai bisa berubah konfrontatif dan mungkin meningkat menjadi kekerasan tanpa peringatan," sebut peringatan yang diposting di situs Kedutaan Besar AS di Kamboja.
"Kedutaan Besar AS mendorong Anda untuk menghindari kerumunan besar dan segera meninggalkan area di mana orang banyak berkumpul," lanjut pesan tersebut, seperti dikutip dari Xinhua. "Anda harus tetap waspada terhadap perkembangan keamanan lokal dengan memantau laporan berita lokal,” tambah pernyataan itu.
Peringatan itu datang setelah Sam Rainsy, Presiden Kamboja Nasional Penyelamatan Partai (CNRP), oposisi utama di negara itu, mengumumkan bahwa partainya akan mengadakan demonstrasi massa tanpa kekerasan pada 7 September. Aksi ini adalah bentuk protes terhadap pelaksanaan pemilu lalu.
Pihak oposisi mengatakan, sekitar 20 ribu pengunjuk rasa akan ambil bagian dalam demo di Freedom Park, di Ibu Kota Kamboja, Phnom Penh pada 7 September, satu hari sebelum hasil resmi pemilu diumumkan.
"Meski banyak pertemuan politik baru-baru ini di Kamboja setelah pemilihan 28 Juli telah berlangsung tanpa kekerasan, namun demonstrasi atau peristiwa yang dimaksudkan untuk menjadi damai bisa berubah konfrontatif dan mungkin meningkat menjadi kekerasan tanpa peringatan," sebut peringatan yang diposting di situs Kedutaan Besar AS di Kamboja.
"Kedutaan Besar AS mendorong Anda untuk menghindari kerumunan besar dan segera meninggalkan area di mana orang banyak berkumpul," lanjut pesan tersebut, seperti dikutip dari Xinhua. "Anda harus tetap waspada terhadap perkembangan keamanan lokal dengan memantau laporan berita lokal,” tambah pernyataan itu.
Peringatan itu datang setelah Sam Rainsy, Presiden Kamboja Nasional Penyelamatan Partai (CNRP), oposisi utama di negara itu, mengumumkan bahwa partainya akan mengadakan demonstrasi massa tanpa kekerasan pada 7 September. Aksi ini adalah bentuk protes terhadap pelaksanaan pemilu lalu.
Pihak oposisi mengatakan, sekitar 20 ribu pengunjuk rasa akan ambil bagian dalam demo di Freedom Park, di Ibu Kota Kamboja, Phnom Penh pada 7 September, satu hari sebelum hasil resmi pemilu diumumkan.
(esn)