Ribuan demonstran protes dana pensiun anggota Parlemen Irak

Sabtu, 31 Agustus 2013 - 23:34 WIB
Ribuan demonstran protes...
Ribuan demonstran protes dana pensiun anggota Parlemen Irak
A A A
Sindonews.com – Ribuan demonstran di Baghdad dan Irak selatan turun ke jalan-jalan utama di wilayah itu untuk memprotes dana pensiun bagi anggota Parelemen Irak, Sabtu (31/8/2013). Seperti dilaporkan Channel News Asia, dana pensiun itu berjumlah ribuan dolar per bulannya.

Menurut para demonstran, dana pensiun bernilai ribuan dolar ini sangat kontras dengan perjuangan hidup sehari-hari warga Irak yang kekurangan pasokan listrik. Para pengunjuk rasa membawa bendera Irak dan mengangkat plakat dengan berbagai slogan yang mengkritik anggota Parlemen.

"Kami memilih Anda untuk melayani kita, bukan untuk mencuri dari kami," bunyi salah satu slogan. “Dana pensiun anggota parlemen adalah hukum tertulis oleh pencuri," bunyi slogan lainnya.

"Sejumlah besar uang pergi ke orang-orang ini," kata Aamer Qasim, seorang apoteker yang menghadiri demonstrasi di pusat kota Baghdad, bersama dengan beberapa rekannya. "Uang itu harus dibelanjakan untuk kesehatan, pendidikan, listrik, dan infrastruktur,” lanjutnya.

Abbas Kadhim, seorang guru yang ambil bagian dalam aksi protes di Basra, mengatakan, kebijakan uang pensiun bagi anggota Parlemen Irak sangat tidak masuk akal. "Ini tidak masuk akal, seseorang hanya bekerja selama empat tahun dan kemudian bisa mengambil 80 persen dari gajinya. Itu tidak terjadi di manapun di dunia ini," ujarnya.

"Jika terus seperti ini, setelah tiga periode parlemen, tidak akan ada anggaran tersisa bagi negara ini," lanjut Kadhim. Dalam beberapa pekan terakhir, kemarahan warga Irak memang kian menjadi soal uang pensiun anggota parlemen.

Anggota Parlemen Irak diberikan gaji pokok sekitar USD 10 ribu per bulan dan anggaran bulanan lebih dari USD 20 ribu untuk keamanan, sewa, dan stasioner. Anggota parlemen akan mendapatkan sekitar 80 persen dari gaji penuh mereka sebagai pensiun, setelah menjalani satu periode di parlemen, bersama dengan jatah untuk keamanan.
(esn)
Berita Terkait
Serangan Beruntun Rudal...
Serangan Beruntun Rudal dan Bom Hantam Irak
Ratusan Ribu Umat Muslim...
Ratusan Ribu Umat Muslim Syiah Irak Gelar Ritual Arbain di Karbala
Ribuan Peziarah Syiah...
Ribuan Peziarah Syiah Peringati Hari Raya Arbaeen di Karbala Irak
Mengenal PM Baru Irak,...
Mengenal PM Baru Irak, Mantan Jurnalis dan Bos Intelijen
Mantan Menteri Pertahanan...
Mantan Menteri Pertahanan Era Saddam Hussein Dilaporkan Meninggal di Penjara
3 Negara yang Pernah...
3 Negara yang Pernah Diserang oleh NATO dan Sekutunya
Berita Terkini
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
8 menit yang lalu
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
1 jam yang lalu
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
1 jam yang lalu
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
2 jam yang lalu
2 Jenderal Militer Ditangkap...
2 Jenderal Militer Ditangkap karena Korupsi Proyek Senilai Rp1,2 Triliun
3 jam yang lalu
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
3 jam yang lalu
Infografis
18 Negara dengan Gaji...
18 Negara dengan Gaji Anggota DPR Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved