Indonesia Usul pada Korsel Kurangi Pembayaran Proyek Jet Tempur KF-21
Senin, 06 Mei 2024 - 11:42 WIB
loading...
Indonesia usul bagian pembayarannya untuk proyek jet tempur bersama dengan Korea Selatan, KF-21 atau IF-21, dipotong jadi sepertiga dari jumlah semula. Foto/REUTERS
A
A
A
SEOUL - Indonesia mengusulkan agar bagian pembayarannya untuk proyek pengembangan jet tempur bersama dengan Korea Selatan (Korsel); KF-21 atau IF-21, dipotong menjadi sekitar sepertiga dari jumlah yang disepakati semula.
Keinginan Indonesia itu diungkap kantor berita Korea Selatan; Yonhap, pada Senin (6/5/2024).
Laporan tersebut, yang mengutip sumber pemerintah Korea Selatan, mengatakan Jakarta baru-baru ini mengusulkan kepada Seoul bahwa mereka akan membayar sekitar 600 miliar won (USD442,47 juta) untuk proyek jet tempur gabungan KF-21.
Menurut laporan tersebut, jumlah awal yang harus dibayarkan untuk bagian Indonesia dalam proyek pesawat tempur gabungan ini ditetapkan sekitar 1,6 triliun won pada Juni 2026.
Baca Juga: Belum Bayar Rp11,5 Triliun, Peran Indonesia dalam Proyek Jet Tempur KF-21 Terancam
“Agar berhasil menyelesaikan pengembangan sistem KF-21, pemerintah Korea Selatan dan Indonesia sedang melakukan negosiasi akhir untuk menyelesaikan masalah pembagian biaya saat ini,” kata Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) Korea Selatan dalam sebuah pernyataan kepada Reuters.
Kementerian Pertahanan Indonesia belum bersedia berkomentar atas laporan tersebut.
Keinginan Indonesia itu diungkap kantor berita Korea Selatan; Yonhap, pada Senin (6/5/2024).
Laporan tersebut, yang mengutip sumber pemerintah Korea Selatan, mengatakan Jakarta baru-baru ini mengusulkan kepada Seoul bahwa mereka akan membayar sekitar 600 miliar won (USD442,47 juta) untuk proyek jet tempur gabungan KF-21.
Menurut laporan tersebut, jumlah awal yang harus dibayarkan untuk bagian Indonesia dalam proyek pesawat tempur gabungan ini ditetapkan sekitar 1,6 triliun won pada Juni 2026.
Baca Juga: Belum Bayar Rp11,5 Triliun, Peran Indonesia dalam Proyek Jet Tempur KF-21 Terancam
“Agar berhasil menyelesaikan pengembangan sistem KF-21, pemerintah Korea Selatan dan Indonesia sedang melakukan negosiasi akhir untuk menyelesaikan masalah pembagian biaya saat ini,” kata Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) Korea Selatan dalam sebuah pernyataan kepada Reuters.
Kementerian Pertahanan Indonesia belum bersedia berkomentar atas laporan tersebut.
Lihat Juga :