Ratusan buruh makanan cepat saji di AS mogok kerja

Jum'at, 30 Agustus 2013 - 10:24 WIB
Ratusan buruh makanan...
Ratusan buruh makanan cepat saji di AS mogok kerja
A A A
Sindonews.com – Para pekerja untuk restoran cepat saji di puluhan kota di AS mogok kerja, kemarin. Mereka menuntut upah kerja sebesar USD15 (Rp169 ribu) per jamnya.

Di New York City, sekitar 300 pengunjuk rasa membanjiri McDonald dekat Empire State Building. Aksi mogok kerja terjadi di tengah seruan Presiden Barack Obama dan beberapa anggota parlemen untuk menaikkan upah minimum AS.

Para anggota Kongres mengusulkan besaran upah kerja USD9 (Rp101 ribu) per jam. Sebelumnya, upah mereka USD7,25 (Rp 81 ribu) per jam, sejak tahun 2009 .

Sekretaris Asosiasi Buruh, Thomas Perez , yang ambil bagian dalam demonstrasi menuntut kenaikan upah minimum kepada pemerintahan Obama. ”Untuk semua orang yang bekerja terlalu banyak, upah minimum mereka masih jauh (tidak cukup),” katanya, kemarin, seperti dikutip BBC.

Setidaknya ratusan buruh makanan cepat saji di 60 kota ambil bagian dari aksi mogok kerja. Di antaranya, di daerah New York, Chicago, Detroit, Boston, Atlanta, Hartford, Los Angeles, Milwaukee dan St Louis .

Di New York City , sekitar 150 pekerja dan pendukung aksi mogok kerja berdiri di luar restoran cepat saji. ”Kita tidak bisa bertahan hidup dengan USD7,25,” teriak mereka. Di Raleigh , North Carolina , sekitar 30 pekerja makanan cepat saji juga beraksi di depan restoran pizza kecil .

Dalam sebuah pernyataan, McDonald dan Burger King, di seluruh dunia, mengatakan mereka tidak membuat keputusan umum di sebagian besar restoran AS yang beroperasi sebagai waralaba independen.

Pihak perusahaan berpendapat, menaikkan upah akan mengakibatkan biaya keseluruhan yang lebih tinggi dan harga produk makanan yang lebih tinggi. Seorang juru bicara untuk Asosiasi Restoran Nasional, mengatakan kepada kantor berita Associated Press, bahwa upah rendah mencerminkan kenyataan bahwa sebagian besar pekerja makanan cepat saji cenderung lebih muda dan memiliki pengalaman kerja.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
35 menit yang lalu
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
1 jam yang lalu
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
2 jam yang lalu
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
3 jam yang lalu
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
4 jam yang lalu
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
5 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved