Presiden Korsel desak Korut hentikan program nuklir
Kamis, 29 Agustus 2013 - 01:01 WIB
Presiden Korsel desak Korut hentikan program nuklir
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Korea Selatan (Korsel), Park Geun-hye, pada Rabu (28/8/2013), mendesak Korea Utara (Korut) untuk menghentikan program senjata nuklirnya.
"Korut masih berpegang pada pengembangan senjata nuklir, meskipun mendapat perlawanan dari masyarakat internasional,” kata Geun-hye, seperti dikutip dari Xinhua. Geun-hye menyampaikan pernyataan ini dalam sesi pleno Dewan Penasehat Unifikasi Nasional (NUAC).
“Kecuali Korut membongkar program nuklirnya, unifikasi nasional dan perdamaian akan pergi lebih jauh dari Semenanjung Korea,” lanjut Geun-hye. Ia menekankan, bahwa Korut harus segera "meletakkan senjata nuklir dari tangan".
Komentar Geun-hye ini dilayangkan di tengah meredanya ketegangan di Semenanjung Korea, setelah kedua Korea sepakat untuk membuka kembali zona industri bersama Kaesong dan mengadakan reuni keluarga yang terpisah oleh Perang Korea (1950-1953) pada akhir September mendatang.
Menurut Geun-hye, reuni keluarga dan normalisasi kompleks industri Kaesong dapat tercapai karena keinginan dasar yang telah terakumulasi untuk membangun kepercayaan antara Seoul dan Pyongyang. Ia menambahkan, jika ada kemajuan dalam proses denuklirisasi Korut, maka kerja sama yang lebih tinggi antara kedua Korea dapat dimulai.
"Korut masih berpegang pada pengembangan senjata nuklir, meskipun mendapat perlawanan dari masyarakat internasional,” kata Geun-hye, seperti dikutip dari Xinhua. Geun-hye menyampaikan pernyataan ini dalam sesi pleno Dewan Penasehat Unifikasi Nasional (NUAC).
“Kecuali Korut membongkar program nuklirnya, unifikasi nasional dan perdamaian akan pergi lebih jauh dari Semenanjung Korea,” lanjut Geun-hye. Ia menekankan, bahwa Korut harus segera "meletakkan senjata nuklir dari tangan".
Komentar Geun-hye ini dilayangkan di tengah meredanya ketegangan di Semenanjung Korea, setelah kedua Korea sepakat untuk membuka kembali zona industri bersama Kaesong dan mengadakan reuni keluarga yang terpisah oleh Perang Korea (1950-1953) pada akhir September mendatang.
Menurut Geun-hye, reuni keluarga dan normalisasi kompleks industri Kaesong dapat tercapai karena keinginan dasar yang telah terakumulasi untuk membangun kepercayaan antara Seoul dan Pyongyang. Ia menambahkan, jika ada kemajuan dalam proses denuklirisasi Korut, maka kerja sama yang lebih tinggi antara kedua Korea dapat dimulai.
(esn)