Iran tolak permintaan kunjungan kelompok HAM PBB
Selasa, 27 Agustus 2013 - 20:17 WIB
Iran tolak permintaan kunjungan kelompok HAM PBB
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Iran mengatakan, mereka telah menolak permintaan Ahmed Shaheed, pelapor khusus untuk situasi di Iran yang telah mendapat mandat dari Dewan HAM PBB untuk meninjau kondisi HAM di Iran, Selasa (27/8/2013).
"Sayangnya, kami tidak menganggap Ahmed Shaheed sebagai seorang pelapor yang mampu menyajikan fakta berimbang," ungkap Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi dalam konferensi pers mingguan dengan sejumlah wartawan di Teheran.
Araqchi mengatakan, Iran telah menerima dua surat resmi dari Dewan HAM PBB yang berisi permohonan akses masuk bagi Shaheed untuk menilai situasi HAM di negara Iran. "Kunjungan itu tidak akan pernah terjadi, selama Shaheed terus menulis laporan yang tidak adil tentang kondisi dalam negeri Iran," ungkap Araqchi.
Sejauh ini, Iran menolak kunjungan Shaheed ke Iran sejak Dewan HAM PBB memberikan mandat pada pelapor khusus untuk situasi di Iran itu pada 2011 lalu dan mereka hanya merespon segelintir permintaan resmi untuk pengadaan informasi.
Dalam menulis laporan tentang kondisi HAM di Iran, Shaheed mengandalkan informasi dari sejumlah korban, orang buangan, dan kelompok HAM Iran. Pada Meret lalu, Dewan pemantau HAM PBB di Iran menyuarakan peringatan bahaya, setelah Shaheed meliris laporan terbarunya yang mengungkapkan bahwa pelanggaran HAM Iran mencakup membatasi kebebasan berbicara, penyiksaan, pengakuan tahanan secara paksa, esksekusi secara diam-diam, dan memenjarakan anggota oposisi politik.
Dalam laporan itu, Shaheed juga memrotes peningkatan penangkapan jumlah wartawan di Iran. Sebanyak 50 wartawan dilaporkan ditangkap jelang pemilu Presiden Iran pada Juni lalu.
"Sayangnya, kami tidak menganggap Ahmed Shaheed sebagai seorang pelapor yang mampu menyajikan fakta berimbang," ungkap Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi dalam konferensi pers mingguan dengan sejumlah wartawan di Teheran.
Araqchi mengatakan, Iran telah menerima dua surat resmi dari Dewan HAM PBB yang berisi permohonan akses masuk bagi Shaheed untuk menilai situasi HAM di negara Iran. "Kunjungan itu tidak akan pernah terjadi, selama Shaheed terus menulis laporan yang tidak adil tentang kondisi dalam negeri Iran," ungkap Araqchi.
Sejauh ini, Iran menolak kunjungan Shaheed ke Iran sejak Dewan HAM PBB memberikan mandat pada pelapor khusus untuk situasi di Iran itu pada 2011 lalu dan mereka hanya merespon segelintir permintaan resmi untuk pengadaan informasi.
Dalam menulis laporan tentang kondisi HAM di Iran, Shaheed mengandalkan informasi dari sejumlah korban, orang buangan, dan kelompok HAM Iran. Pada Meret lalu, Dewan pemantau HAM PBB di Iran menyuarakan peringatan bahaya, setelah Shaheed meliris laporan terbarunya yang mengungkapkan bahwa pelanggaran HAM Iran mencakup membatasi kebebasan berbicara, penyiksaan, pengakuan tahanan secara paksa, esksekusi secara diam-diam, dan memenjarakan anggota oposisi politik.
Dalam laporan itu, Shaheed juga memrotes peningkatan penangkapan jumlah wartawan di Iran. Sebanyak 50 wartawan dilaporkan ditangkap jelang pemilu Presiden Iran pada Juni lalu.
(esn)