Rusia peringatkan AS konsekuensi serangan militer ke Suriah
Senin, 26 Agustus 2013 - 15:28 WIB
Rusia peringatkan AS konsekuensi serangan militer ke Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia, Sergei Lavrov, memperingatkan Menlu Amerika Serikat (AS) John Kerry atas konsekuensi yang sangat berbahaya jika mereka meluncurkan aksi militer terhadap rezim Suriah, Senin (26/8/2013). Demikian diugkapkan Kementrian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan.
"Rusia sangat khawatir oleh komentar yang diutarakan oleh sejumlah pejabat AS yang mengindikasikan kesiapan mereka untuk campur tangan ke Suriah, menyusul datangnya berbagai tuduhan bahwa rezim Suriah telah menggunakan senjata kimia," ungkap Lavrov kepada Kerry melalui telepon.
"Saya mengambarkan akan muncul konsekuesi sangat berbahaya dari intervensi militer itu bagi seluruh wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara," ungkap Lavrov dalam isi pernyataanya.
Lavrov kemudian mengingatkan Kerry, bahwa sejumlah elemen yang mendorong AS meluncurkan aksi militer di luar kerangka PBB akan melemahkan upaya Rusia dan AS untuk menggelar konferensi perdamaian Suriah.
"Saya meminta AS menahan diri untuk menggunakan militer sebagai bentuk tekanan terhadap Damaskus dan tidak melakukan provokasi," desak Lavrov kepada Kerry.
Menyinggung soal penggunaan senjata kimia di Suriah. Rusia menggaris bawahi perlunya penyelidikan yang obyektif dari PBB dan meragukan bahwa serangan itu memang diperintahkan oleh Presiden Suriah Bashar Assad.
"Sejumlah bukti yang menunjukan, serangan itu memang disengaja oleh pemberontak untuk menuduh pemerintah Suriah," pungkas isi pernyataan Lavrov.
Menanggapi ungkapan mitranya, Kerry berjanji untuk mempelajari dengan cermat semua argumen yang datang dari pemerintah Rusia.
"Rusia sangat khawatir oleh komentar yang diutarakan oleh sejumlah pejabat AS yang mengindikasikan kesiapan mereka untuk campur tangan ke Suriah, menyusul datangnya berbagai tuduhan bahwa rezim Suriah telah menggunakan senjata kimia," ungkap Lavrov kepada Kerry melalui telepon.
"Saya mengambarkan akan muncul konsekuesi sangat berbahaya dari intervensi militer itu bagi seluruh wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara," ungkap Lavrov dalam isi pernyataanya.
Lavrov kemudian mengingatkan Kerry, bahwa sejumlah elemen yang mendorong AS meluncurkan aksi militer di luar kerangka PBB akan melemahkan upaya Rusia dan AS untuk menggelar konferensi perdamaian Suriah.
"Saya meminta AS menahan diri untuk menggunakan militer sebagai bentuk tekanan terhadap Damaskus dan tidak melakukan provokasi," desak Lavrov kepada Kerry.
Menyinggung soal penggunaan senjata kimia di Suriah. Rusia menggaris bawahi perlunya penyelidikan yang obyektif dari PBB dan meragukan bahwa serangan itu memang diperintahkan oleh Presiden Suriah Bashar Assad.
"Sejumlah bukti yang menunjukan, serangan itu memang disengaja oleh pemberontak untuk menuduh pemerintah Suriah," pungkas isi pernyataan Lavrov.
Menanggapi ungkapan mitranya, Kerry berjanji untuk mempelajari dengan cermat semua argumen yang datang dari pemerintah Rusia.
(esn)