Bo Xilai bantah terima suap dalam sidang di China
Kamis, 22 Agustus 2013 - 15:59 WIB
Bo Xilai bantah terima suap dalam sidang di China
A
A
A
Sindonews.com – Bekas pemimpin Partai Komunis China untuk wilayah Chongqing, Bo Xilai, membantah menerima uang suap seperti yang dituduhkan sebelumnya. Bantahan itu, ia sampaikan dalam sidang yang digelar di pengadilan setempat, Kamis (22/8/2013).
Dalam sidang tersebut, selain tuduhan menerima uang suap, Bo Xilai, 64, juga dituduh korupsi dan menyalahgunakan kekuasaan. Tuduhan penyalahgunaan itu terjadi saat ia aktif sebagai pejabat di Chongqing. Saat menjabat itulah, ia diduga melarang polisi untuk menyelidiki istrinya, terkait pembunuhan pengusaha Inggris.
Beberapa pendukung Bo Xilai, meyakini berbagai tuduhan yang dialamatkan itu bermutan politik. Setelah Bo Xilai tidak aktif sebagai pejabat, istrinya, Gu Kailai, akhirnya dihukum karena terlibat pembunuhan pengusaha Inggris bernama Heywood.
”Saya berharap hakim akan mengadili kasus ini secara adil dan adil menurut hukum negara,” ucap Bo Xilai, seperti dikutip BBC.
Lima kerabat Bo Xilai juga dihadirkan dalam sidang. Sedangkan wartawan asing dilarang memasuki ruang sidang. Menurut dakwaan yang diposting pihal pengadilan, Bo dituduh menerima suap sebesar 21,8 juta yuan ( USD3,56 juta) dari dua pengusaha.
Bo Xilai mengatakan, ia mengakui apa yang dituduhkan, karena tak kuasa melawan interogasi petugas. ”Yang saya maksudkan adalah bahwa saya bersedia untuk mengambil tanggung jawab hukum. Tapi saya tidak tahu semua rinciannya,” paparnya.
Dalam sidang tersebut, selain tuduhan menerima uang suap, Bo Xilai, 64, juga dituduh korupsi dan menyalahgunakan kekuasaan. Tuduhan penyalahgunaan itu terjadi saat ia aktif sebagai pejabat di Chongqing. Saat menjabat itulah, ia diduga melarang polisi untuk menyelidiki istrinya, terkait pembunuhan pengusaha Inggris.
Beberapa pendukung Bo Xilai, meyakini berbagai tuduhan yang dialamatkan itu bermutan politik. Setelah Bo Xilai tidak aktif sebagai pejabat, istrinya, Gu Kailai, akhirnya dihukum karena terlibat pembunuhan pengusaha Inggris bernama Heywood.
”Saya berharap hakim akan mengadili kasus ini secara adil dan adil menurut hukum negara,” ucap Bo Xilai, seperti dikutip BBC.
Lima kerabat Bo Xilai juga dihadirkan dalam sidang. Sedangkan wartawan asing dilarang memasuki ruang sidang. Menurut dakwaan yang diposting pihal pengadilan, Bo dituduh menerima suap sebesar 21,8 juta yuan ( USD3,56 juta) dari dua pengusaha.
Bo Xilai mengatakan, ia mengakui apa yang dituduhkan, karena tak kuasa melawan interogasi petugas. ”Yang saya maksudkan adalah bahwa saya bersedia untuk mengambil tanggung jawab hukum. Tapi saya tidak tahu semua rinciannya,” paparnya.
(esn)