Sekjen PBB kecam pembunuhan 25 polisi Mesir
Selasa, 20 Agustus 2013 - 15:02 WIB
Sekjen PBB kecam pembunuhan 25 polisi Mesir
A
A
A
Sindonews.com - Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, mengutuk serangan mematikan yang menewaskan 25 polisi Mesir di Semenanjung Sinai, Senin (19/8/2013). Menurut laporan sejumlah sumber medis dan pejabat setempat, serangan itu dilakukan oleh empat pria bersenjata di dekat kota Rafah, perbatasan Gaza.
"Sekjen PBB sangat mengutuk serangan mematikan terbaru terhadap dua mini bus yang menewaskan 25 polisi Mesir di Sinai," ungkap Juru Bicara Ki-moon dalam sebuah pernyataan.
"Sekjen PBB berharap Pemerintah Mesir segera mengidentifikasi pelaku kejahatan dan menyeretnya ke pengadilan," lanjut Juru Bicara itu.
Juru bicara itu menambahkan, Ki-moon juga telah menerima laporan insiden lain yang menewaskan 36 anggota Ikhawanul Muslimin Mesir yang dilaporkan tewas di sebuah penjara di Kairo, Minggu malam. "Sekjen PBB sangat terganggu oleh laporan itu. Ki-moon mengungkapkan rasa belasungkawa kepada keluarga korban dan meminta pemerintah Mesir segera melakukan penyelidikan penuh atas insiden itu," lanjutnya.
Kementerian Dalam Negeri Mesir mengatakan, para tahanan tewas karena efek dari menghirup gas air mata saat terjadi kerusuhan di penjara Minggu malam. Saat kericuhan pecah, para tahanan sempat berupaya melarikan diri dengan menyandera seorang polisi.
Situasi makin mencekam di Mesir, untuk mengurangi kekerasan pemimpin interim Mesir telah menetapkan status darurat di tengah kerusuhan nasional, sejak lengsernya Presiden Hosni Mubarak. Jam malam juga diberlakukan di beberapa provinsi, termasuk di Ibu Kota Kairo.
"Sekjen PBB sangat mengutuk serangan mematikan terbaru terhadap dua mini bus yang menewaskan 25 polisi Mesir di Sinai," ungkap Juru Bicara Ki-moon dalam sebuah pernyataan.
"Sekjen PBB berharap Pemerintah Mesir segera mengidentifikasi pelaku kejahatan dan menyeretnya ke pengadilan," lanjut Juru Bicara itu.
Juru bicara itu menambahkan, Ki-moon juga telah menerima laporan insiden lain yang menewaskan 36 anggota Ikhawanul Muslimin Mesir yang dilaporkan tewas di sebuah penjara di Kairo, Minggu malam. "Sekjen PBB sangat terganggu oleh laporan itu. Ki-moon mengungkapkan rasa belasungkawa kepada keluarga korban dan meminta pemerintah Mesir segera melakukan penyelidikan penuh atas insiden itu," lanjutnya.
Kementerian Dalam Negeri Mesir mengatakan, para tahanan tewas karena efek dari menghirup gas air mata saat terjadi kerusuhan di penjara Minggu malam. Saat kericuhan pecah, para tahanan sempat berupaya melarikan diri dengan menyandera seorang polisi.
Situasi makin mencekam di Mesir, untuk mengurangi kekerasan pemimpin interim Mesir telah menetapkan status darurat di tengah kerusuhan nasional, sejak lengsernya Presiden Hosni Mubarak. Jam malam juga diberlakukan di beberapa provinsi, termasuk di Ibu Kota Kairo.
(esn)