Pemerintah Australia pulangkan 76 WNI dari Darwin

Senin, 19 Agustus 2013 - 16:36 WIB
Pemerintah Australia...
Pemerintah Australia pulangkan 76 WNI dari Darwin
A A A
Sindonews.com - Department of Immigration and Citizenship (DIAC) Australia berkoordinasi dengan Konsulat RI di Darwin, untuk memulangkan 76 ABK WNI dari Darwin, Australia ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia dengan pesawat charter. Mereka adalah ABK WNI yang terlibat kasus people smuggling (penyelundupan manusia).

Pemulangan para WNI tersebut mendapat pendampingan dari pejabat Konsuler Kedutaan Besar RI di Canberra dan Konsulat RI di Darwin. Para ABK WNI tersebut sebelumnya ditampung di Rumah Detensi Imigrasi atau Northern Immigration Detention Center (NIDC) di Darwin dan telah menjalani proses pemeriksaan oleh Polisi Federal Australia (AFP) selama satu hingga empat bulan. Mereka lantas diberikan surat peringatan untuk tidak mengulangi aksi kriminal itu.

Berdasarkan catatan Konsulat RI Darwin, para ABK WNI yang dipulangkan tersebut berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan (20 orang), Provinsi Nusa Tenggara Timur (19 orang), Provinsi Sulawesi Tenggara (18 orang), Provinsi Jawa Timur (7 orang), Provinsi Jawa Barat (5 orang), Provinsi Nusa Tenggara Barat (4 orang), Provinsi Jawa Tengah (1 orang), Provinsi Sulawesi Tengah (1 orang) dan Provinsi Maluku Utara (1 orang).

Dengan pemulangan 76 ABK WNI ke Indonesia, saat ini masih terdapat 69 orang ABK WNI dewasa yang berada di NIDC. Selain itu juga ada enam ABK WNI di bawah umur 18 tahun yang berada di Darwin Airport Lodge (DAL). Enam ABK itu masih menjalani proses investigasi oleh Polisi Federal Australia.

Konsulat RI di Darwin, seperti dikutip situs Kemlu RI, Senin (19/8/2013), melakukan kunjungan saban minggu untuk memantau dan melakukan pendampingan terhadap para WNI yang masih berada di NIDC dan DAL. Kunjungan rutin itu untuk memastikan para WNI dalam kondisi baik dan terpenuhi hak-haknya selama berada di penampungan imigrasi Australia.
(esn)
Berita Terkait
Anthony Albanese, Tokoh...
Anthony Albanese, Tokoh Kelas Pekerja yang Jadi PM Australia Terpilih
Mertens dan Sabalenka...
Mertens dan Sabalenka Juarai Ganda Putri Australia Open 2021
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Banjir Besar Landa Sydney,...
Banjir Besar Landa Sydney, Ribuan Orang Diminta Mengungsi
Australia Menyadari...
Australia Menyadari Konsumen China Tak Tergantikan Usai 30 Bulan Konflik
Berita Terkini
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
28 menit yang lalu
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
1 jam yang lalu
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
2 jam yang lalu
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
10 jam yang lalu
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
11 jam yang lalu
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
12 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved