PM Mesir dukung tindakan keras aparat keamanan
Kamis, 15 Agustus 2013 - 03:17 WIB
PM Mesir dukung tindakan keras aparat keamanan
A
A
A
Sindonews.com – Perdana Menteri Mesir, Hazem el-Beblawi, membela keputusan pemerintahan sementara Mesir yang mengerahkan aparat keamanan untuk membubarkan dua kamp utama pendukung presiden terguling Mohamed Morsi, Rabu (14/8/2013).
Menurut el-Beblawi, pemerintah tidak punya pilihan selain untuk bertindak. "Kami sudah mencapai titik, di mana tindakan tidak hormat terhadap negara tak lagi dapat diterima,” kata el-Beblawi, seperti dikutip dari Reuters. Ia menunjuk apa yang disebutnya sebagai "penyebaran anarki dan serangan terhadap rumah sakit dan kantor polisi ".
Sebelumnya, aparat keamanan Mesir menyerbu dua kamp utama tempat berkumpulnya pendukung Morsi di Kairo. Dalam operasi itu, dilaporkan 149 demonstran tewas dan ribuan lainnya terluka.
“Sekitar 1.403 terluka di seluruh Mesir ketika polisi menggelar operasi penyebaran di dua kamap besar pendukung Morsi,” kata Juru Bicara Departemen Kesehatan Mesir, Mohamed Fatah-Allah kepada Xinhua.
Sementara Ahmed Aaref, Juru Bicara Ikhwanul Muslimin, mengatakan kepada Xinhua, bahwa sekitar 180 pengunjuk rasa tewas dan lebih dari 7.000 terluka. Ia mengutip angka-angka yang didapatkan dari rumah sakit lapangan.
Menurut el-Beblawi, pemerintah tidak punya pilihan selain untuk bertindak. "Kami sudah mencapai titik, di mana tindakan tidak hormat terhadap negara tak lagi dapat diterima,” kata el-Beblawi, seperti dikutip dari Reuters. Ia menunjuk apa yang disebutnya sebagai "penyebaran anarki dan serangan terhadap rumah sakit dan kantor polisi ".
Sebelumnya, aparat keamanan Mesir menyerbu dua kamp utama tempat berkumpulnya pendukung Morsi di Kairo. Dalam operasi itu, dilaporkan 149 demonstran tewas dan ribuan lainnya terluka.
“Sekitar 1.403 terluka di seluruh Mesir ketika polisi menggelar operasi penyebaran di dua kamap besar pendukung Morsi,” kata Juru Bicara Departemen Kesehatan Mesir, Mohamed Fatah-Allah kepada Xinhua.
Sementara Ahmed Aaref, Juru Bicara Ikhwanul Muslimin, mengatakan kepada Xinhua, bahwa sekitar 180 pengunjuk rasa tewas dan lebih dari 7.000 terluka. Ia mengutip angka-angka yang didapatkan dari rumah sakit lapangan.
(esn)