Kamboja tunda kerjasama program militer dengan AS
Rabu, 14 Agustus 2013 - 01:30 WIB
Kamboja tunda kerjasama program militer dengan AS
A
A
A
Sindonews.com – Kementerian Pertahanan Kamboja menyatakan pada Selasa (13/8/2013), bahwa mereka telah memutuskan untuk menunda kerjasama program militer dengan Amerika Serikat (AS), karena mengikuti kebijakan pemerintah dan situasi saat ini.
"Kami menunda beberapa program dengan AS, tapi bukan membekukan atau membatalkan. Hal ini dikarenakan kemungkinan dan sumber daya kita terbatas. Jadi, kita perlu lebih banyak waktu untuk mempersiapkan diri untuk kerjasama," ujar Letjen Nem Sowath, Dirjen Kementerian Pertahanan Kebijakan dan kerjasama Luar Negeri.
"Adalah normal, bahwa kedua sisi meminta untuk menunda program kerja sama militer," lanjuta Sowath, seperti dikutip dari Xinhua. Menurutnya, selain AS, kerjasama militer antara Kamboja dan mitra internasional lainnya masih aktif berlangsung sesuai jadwal. Kerjasama ini dijalin untuk meningkatkan kapasitas tentara Kamboja dalam pertahanan nasional.
Konfirmasi ini datang, setelah Departemen Luar Negeri AS mengatakan pada awal pekan ini, bahwa Kementerian Pertahanan Kamboja telah menunda program kerjasama militer dengan AS, setelah berlangsungnya pemilu di negara itu pada bulan lalu.
"Setelah pemilu, Kementerian Pertahanan Kamboja menunda atau membatalkan sejumlah program militer internasional, termasuk dengan AS," kata Marie Harf, wakil juru bicara Departemen Luar Negeri AS, dalam konferensi pers harian di Washington.
"Kami menunda beberapa program dengan AS, tapi bukan membekukan atau membatalkan. Hal ini dikarenakan kemungkinan dan sumber daya kita terbatas. Jadi, kita perlu lebih banyak waktu untuk mempersiapkan diri untuk kerjasama," ujar Letjen Nem Sowath, Dirjen Kementerian Pertahanan Kebijakan dan kerjasama Luar Negeri.
"Adalah normal, bahwa kedua sisi meminta untuk menunda program kerja sama militer," lanjuta Sowath, seperti dikutip dari Xinhua. Menurutnya, selain AS, kerjasama militer antara Kamboja dan mitra internasional lainnya masih aktif berlangsung sesuai jadwal. Kerjasama ini dijalin untuk meningkatkan kapasitas tentara Kamboja dalam pertahanan nasional.
Konfirmasi ini datang, setelah Departemen Luar Negeri AS mengatakan pada awal pekan ini, bahwa Kementerian Pertahanan Kamboja telah menunda program kerjasama militer dengan AS, setelah berlangsungnya pemilu di negara itu pada bulan lalu.
"Setelah pemilu, Kementerian Pertahanan Kamboja menunda atau membatalkan sejumlah program militer internasional, termasuk dengan AS," kata Marie Harf, wakil juru bicara Departemen Luar Negeri AS, dalam konferensi pers harian di Washington.
(esn)