13 tewas dan 26 terluka dalam gelombang serangan di Irak
Selasa, 13 Agustus 2013 - 23:53 WIB
13 tewas dan 26 terluka dalam gelombang serangan di Irak
A
A
A
Sindonews.com – Dilaporkan 13 orang tewas dan 26 lainnya luka-luka dalam serangan bom terpisah di Irak, Selasa (13/8/2013). Selain itu, kaum militan juga meledakkan sebuah pipa minyak yang berakibat pada terhentinya ekspor minyak.
Sebuah bom mobil meledak di dekat sebuah masjid Syiah di Kota Madain, sekitar 30 km sebelah tenggara dari Ibu Kota Irak, Baghdad. Insiden ini menewaskan lima jamaah dan melukai 14 lainnya. Demikian dilaporkan seorang polisi kepada Xinhua dalam kondisi anonimitas.
Di Provinsi Anbar, sebelah barat Irak, seorang polisi tewas dan dua lainnya terluka ketika sebuah bom mobil lain menghantam sebuah konvoi polisi di daerah Albu Jabir, tepat di utara ibukota provinsi Ramadi, sekitar 110 km sebelah barat Baghdad.
Masih pada hari yang sama, polisi mengatakan bahwa tujuh orang tewas dan 10 lainnya luka-luka dalam serangan bom terpisah yang menargetkan pasukan keamanan Irak di sebelah utara Irak tengah.
Sementara itu, militan membom sebuah pipa minyak utama di provinsi utara Irak Niniwe, menghentikan ekspor minyak negara itu ke pelabuhan Ceyhan ke tenggara pesisir Mediterania, Turki. Demikain dinyatakan oleh seorang pejabat dari North Oil Company (NOC).
Tim dari NOC bekerja untuk memperbaiki kerusakan, yang diperkirakan akan memakan waktu satu sampai tiga hari, kata pejabat itu.
Sebuah bom mobil meledak di dekat sebuah masjid Syiah di Kota Madain, sekitar 30 km sebelah tenggara dari Ibu Kota Irak, Baghdad. Insiden ini menewaskan lima jamaah dan melukai 14 lainnya. Demikian dilaporkan seorang polisi kepada Xinhua dalam kondisi anonimitas.
Di Provinsi Anbar, sebelah barat Irak, seorang polisi tewas dan dua lainnya terluka ketika sebuah bom mobil lain menghantam sebuah konvoi polisi di daerah Albu Jabir, tepat di utara ibukota provinsi Ramadi, sekitar 110 km sebelah barat Baghdad.
Masih pada hari yang sama, polisi mengatakan bahwa tujuh orang tewas dan 10 lainnya luka-luka dalam serangan bom terpisah yang menargetkan pasukan keamanan Irak di sebelah utara Irak tengah.
Sementara itu, militan membom sebuah pipa minyak utama di provinsi utara Irak Niniwe, menghentikan ekspor minyak negara itu ke pelabuhan Ceyhan ke tenggara pesisir Mediterania, Turki. Demikain dinyatakan oleh seorang pejabat dari North Oil Company (NOC).
Tim dari NOC bekerja untuk memperbaiki kerusakan, yang diperkirakan akan memakan waktu satu sampai tiga hari, kata pejabat itu.
(esn)