AS mata-matai warganya pakai satelit

Sabtu, 03 Agustus 2013 - 11:47 WIB
AS mata-matai warganya...
AS mata-matai warganya pakai satelit
A A A
Sindonews.com – Bekas analis National Security Agency (NSA) atau Badan Keamanan Nasional AS, Russell Tice, mengatakan, pemerintah AS telah menggunakan satelit untuk memata-matai warga AS. Pengintaian rahasia itu untuk mengumpulkan setiap komunikasi digital di AS.

”Amerika Serikat pada waktu itu, menggunakan satelit untuk memata-matai warga Amerika. Kala itu, (data mata-mata) itu menjadi sumber berita di Departemen Luar Negeri,” katanya dalam sebuah wawancara dengan PBS, seperti dikutip Press TV, Sabtu (3/8/2013).

”Ini (mata-mata dengan satelit) dilakukan antara tahun 2002-2003. NSA menargetkan individu. Salah satu yang jadi target adalah hakim di Mahkamah Agung. Saya (terlibat) di balik penyadapan informasi dari ponsel Hakim Alito, staf dan keluarganya,” ujar Tice.

Tice yang bekerja sebagai seorang analis di NSA selama dua dekade, dipecat pada 2005, setelah meminta Kongres untuk memberikan perlindungan yang lebih besar bagi pelapor (mata-mata). Dia juga mengungkap komunikasi terakhirnya dengan rekan-rekannya di NSA.

”Dua bulan yang lalu, saya menghubungi beberapa kolega di NSA. Kami melakukan pertemuan kecil, dan muncul pertanyaan, apakah NSA mengumpulkan semuanya itu sekarang? Dan jawabannya, ya mereka mengumpulkan segala sesuatu, kata demi kata, segala sesuatu dari setiap komunikasi domestik di negeri ini,” beber Tice.

Program mata-mata AS menjadi heboh, setelah mantan kontraktor NSA, Edward Snowden, 30, membocorkan data penyadapan AS ke media. Snowden yang diburu pemerintah AS, kini berada di tempat yang aman, di Rusia, setelah mendapat suaka dari pemerintah Vladimir Putin.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
15 menit yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
1 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
3 jam yang lalu
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
4 jam yang lalu
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
4 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved