Warga Hongaria Marah Terkait Produsen Bom Pager di Lebanon

Jum'at, 20 September 2024 - 20:01 WIB
loading...
Warga Hongaria Marah...
Kantor pusat perusahaan BAC Consulting KFT pada 18 September 2024 di Budapest, Hongaria. Foto/Jakub Porzycki/Anadolu Agency
A A A
BUDAPEST - Kemarahan menyebar di Hongaria pekan ini setelah laporan pager yang meledak di Lebanon, menewaskan puluhan orang termasuk dua anak-anak, dibuat oleh satu perusahaan yang terdaftar di Budapest.

Seorang penduduk mengatakan kepada Anadolu bahwa dia sedih bahwa penduduk negara lain terbunuh menggunakan perangkat yang diproduksi di negaranya atau bahkan nama negaranya disebutkan dalam kasus mengerikan seperti itu.

Warga negara Hongaria lainnya, Victor, juga menyatakan kesedihan atas tewasnya puluhan orang akibat ledakan perangkat komunikasi di Lebanon pada Selasa, dengan mengatakan, "Sangat menyedihkan warga Hongaria terlibat dalam operasi ini. Negara ini adalah negara yang besar, dan saya percaya setiap orang di Hongaria tidak sama."

Sementara itu, warga negara Hongaria Alex mengatakan, "Saya menolak penargetan wilayah negara merdeka atau seluruh kelompok dengan serangan teroris."

Dia menambahkan apa yang terjadi di Jalur Gaza tidak ada hubungannya dengan nilai-nilai kemanusiaan, dan praktik Israel melanggar hukum internasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
Israel Rebut Kastil...
Israel Rebut Kastil Beaufort di Nabatieh, Situs Bersejarah Strategis Milik Lebanon
Taiwan Luncurkan Puluhan...
Taiwan Luncurkan Puluhan Rudal HIMARS ke Arah China
Panas! Iran Gempur 18...
Panas! Iran Gempur 18 Target Milliter AS di Timur Tengah
Rekomendasi
Polisi Imbau Mahasiswa...
Polisi Imbau Mahasiswa Waspadai Demo Hari Ini Ditunggangi
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
WorldSBK 2026 Seri Emilia-Romagna...
WorldSBK 2026 Seri Emilia-Romagna Tayang Live di VISION+
Berita Terkini
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved