Wakil PM Jepang jilat ludahnya atas komentar Nazi
Kamis, 01 Agustus 2013 - 13:34 WIB
Wakil PM Jepang jilat ludahnya atas komentar Nazi
A
A
A
Sindonews.com – Wakil Perdana Menteri Jepang, Taro Aso, telah “menjilat ludahnya” (menarik ucapannya sendiri), terkait komentar, bahwa Jepang bisa belajar dari reformasi konstitusi Nazi Jerman. Pada Senin lalu, Aso mengatakan, teknik Nazi Jerman bisa jadi contoh Jepang untuk menguba konstitusi Weimar.
Komentar Aso itu muncul di tengah perdebatan di Jepang, terkait konstitusi pasifis, yang membatasi peran militer untuk pertahanan diri. Komentar Aso juga menuai kritik tajam dari negara tetangganya, China dan Korea Selatan.
”Saya menarik kembali pernyataan saya, di mana saya mengutip Nazi sebagai contoh, seperti yang telah berakhir pada kesalahpahaman,” ucap Aso, yang juga Menteri Keuangan dan mantan Perdana Menteri Jepang, kepada wartawan, Kamis (1/8/2013).
”Jelas, dari semua pernyataan saya, bahwa saya memiliki pandangan yang sangat negatif dari peristiwa yang melibatkan Nazi dan konstitusi Weimar,” lanjut Aso.
Sekretaris Kabinet, Yoshihide Suga mempertegas komentar Aso yang telah ditarik itu tidak mencerminkan sikap PM Jepang Shinzo Abe. ”Saya ingin membuat jelas bahwa kabinet (Perdana Menteri Shinzo Abe) tidak akan pernah melihat pemerintah Nazi positif,” kata Suga, seperti dikutip BBC.
Komentar Aso tentang Nazi, sebelumnya telah membuat cemas pemerintah China dan Korea Selatan. ”Kami menuntut pihak Jepang merefleksikan sejarah, memenuhi komitmennya pada isu-isu sejarah dan memenangkan kepercayaan dari tetangganya di Asia dan masyarakat internasional melalui tindakan nyata,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei.
Sedangkan juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, Cho Tai-young, berujar; ”pernyataan itu pasti merugikan banyak orang.”
Komentar Aso itu muncul di tengah perdebatan di Jepang, terkait konstitusi pasifis, yang membatasi peran militer untuk pertahanan diri. Komentar Aso juga menuai kritik tajam dari negara tetangganya, China dan Korea Selatan.
”Saya menarik kembali pernyataan saya, di mana saya mengutip Nazi sebagai contoh, seperti yang telah berakhir pada kesalahpahaman,” ucap Aso, yang juga Menteri Keuangan dan mantan Perdana Menteri Jepang, kepada wartawan, Kamis (1/8/2013).
”Jelas, dari semua pernyataan saya, bahwa saya memiliki pandangan yang sangat negatif dari peristiwa yang melibatkan Nazi dan konstitusi Weimar,” lanjut Aso.
Sekretaris Kabinet, Yoshihide Suga mempertegas komentar Aso yang telah ditarik itu tidak mencerminkan sikap PM Jepang Shinzo Abe. ”Saya ingin membuat jelas bahwa kabinet (Perdana Menteri Shinzo Abe) tidak akan pernah melihat pemerintah Nazi positif,” kata Suga, seperti dikutip BBC.
Komentar Aso tentang Nazi, sebelumnya telah membuat cemas pemerintah China dan Korea Selatan. ”Kami menuntut pihak Jepang merefleksikan sejarah, memenuhi komitmennya pada isu-isu sejarah dan memenangkan kepercayaan dari tetangganya di Asia dan masyarakat internasional melalui tindakan nyata,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei.
Sedangkan juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, Cho Tai-young, berujar; ”pernyataan itu pasti merugikan banyak orang.”
(esn)