Hakim militer AS akan putuskan nasib informan WikiLeaks

Selasa, 30 Juli 2013 - 09:43 WIB
Hakim militer AS akan...
Hakim militer AS akan putuskan nasib informan WikiLeaks
A A A
Sindonews.com - Hakim militer AS akan mengeluarkan putusan sidang pengadian untuk tentara AS yang membocorkan dokumen rahasia AS ke stus WikiLeaks, Pte Bradley Manning, 25, pada Selasa (30/7/2013). Manning sendiri mengakui telah membocoran dokumen rahasia AS, tapi ia membantah tuduhan bahwa ia telah membantu musuh.

Rencananya, putusan hakim militer Kolonel Denise Lind, seperti dikutip BBC, akan dibacakan Selasa, pukul 13.00 waktu setempat. Manning telah mengaku bersalah atas 10 tuduhan dari totalnya 22 tuduhan. Hukuman terberat, adalah hukuman penjara seumur hidup jika tentara AS itu terbukti bersalah.

Manning, tentara AS di bagian analis intelijen, ditangkap di Irak pada Mei 2010. Ia kemudian di tahan di sel di Camp Arifjan, instalasi Angkatan Darat AS di Kuwait, sebelum akhirnya dipindahkan ke Amerika Serikat.

Dia didakwa dengan 22 tuduhan termasuk membantu musuh, memberikan informasi intelijen untuk musuh, kepemilikan bahan intelijen tidak sah, pencurian, dan pelanggaran peraturan komputer. Pengadilan militer untuk Manning dibuka awal Juni 2013 lalu, di Fort Meade, Maryland.

Selama persidangan, Jaksa Mayor Ashden Fein berpendapat Pte Manning secara sistematis telah memanen ratusan ribu dokumen rahasia AS, dan diberikan ke organisasi anti-kerahasiaan, WikiLeaks, yang didirikan Julian Assange.

Fein berargumen, bahwa dengan pelatihan yang diberikan kepada seorang analis intelijen, Pte Manning seharusnya tahu dokumen yang bocor akan jatuh ke tangan operator al-Qaeda.

Kebocoran akibat ulahnya, kata Fein, bisa mengancam kehidupan orang-orang Amerika dan keamanan nasional AS. Karena, dokumen yang dibocorkan bisa menjadi petunjuk bagi anggota al-Qaeda untuk mengikuti jejak Osama bin Laden.

Pengacara Pte Manning, David Coombs, berpendapat prajurit muda itu merupakan whistleblower, yang mempunyai niat baik, meski naïf karena kecewa setelah membocorkan rahasia perang Irak.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Nasib Apes Pesawat Boeing...
Nasib Apes Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak, Ditemukan Jadi Puing-puing di Laut Arab
29 menit yang lalu
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
1 jam yang lalu
Trump Tolak Seruan Netanyahu...
Trump Tolak Seruan Netanyahu agar AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
2 jam yang lalu
Trump Keliru Sebut Iran...
Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS
3 jam yang lalu
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
4 jam yang lalu
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved