Tentara Suriah rebut kota kunci di Homs dari pemberontak
Senin, 29 Juli 2013 - 19:56 WIB
Tentara Suriah rebut kota kunci di Homs dari pemberontak
A
A
A
Sindonews.com - Tentara Suriah berhasil merebut kembali kota Khaldiyeh, yang menjadi kota kunci di Homs, yang selama ini dikuasai kelompok pemberontak. Demikian, disampaikan media pemerintah, Senin (29/7/2013).
"Pasukan bersenjata telah memulihkan keamanan dan stabilitas di seluruh lingkungan dari wilayah Khaldiyeh,” bunyi siaran televisi pemerintah Suriah, seperti dikutip Fox News.
Tentara, yang didukung oleh pejuang dari kelompok militan Hizbullah Libanon, telah meluncurkan serangan di Khaldiyeh sebulan lalu, saat mereka menekan pasukan pemerintah untuk menguasai seluruh kota Homs.
Kota Homs, telah dijuluki kelompok pemberontak sebagai “ibu kota revolusi” yang akan menjadi saksi kudeta besar bagi rezim Presiden Bashar al-Assad. Kota itu menghubungkan Damaskus ke pantai Mediterania dan Alawit yang dihuni kaum minoritas pendukung Assad.
Beberapa wilayah di kota tua itu, masih dikuasai pemberontak. Namun pasukan pemerintah bertekad untuk mengusir pemberontak dari semua wilayah tersebut.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, mengatakan pertempuran sengit terjadi pada Senin dini hari, sebagai upaya pasukan pemerintah merebut kembali kota Khaldiyeh.”Pertempuran itu yang paling keras sejak serangan diluncurkan,” kata pihak Observatorium dalam sebuah pernyataan.
"Pasukan bersenjata telah memulihkan keamanan dan stabilitas di seluruh lingkungan dari wilayah Khaldiyeh,” bunyi siaran televisi pemerintah Suriah, seperti dikutip Fox News.
Tentara, yang didukung oleh pejuang dari kelompok militan Hizbullah Libanon, telah meluncurkan serangan di Khaldiyeh sebulan lalu, saat mereka menekan pasukan pemerintah untuk menguasai seluruh kota Homs.
Kota Homs, telah dijuluki kelompok pemberontak sebagai “ibu kota revolusi” yang akan menjadi saksi kudeta besar bagi rezim Presiden Bashar al-Assad. Kota itu menghubungkan Damaskus ke pantai Mediterania dan Alawit yang dihuni kaum minoritas pendukung Assad.
Beberapa wilayah di kota tua itu, masih dikuasai pemberontak. Namun pasukan pemerintah bertekad untuk mengusir pemberontak dari semua wilayah tersebut.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, mengatakan pertempuran sengit terjadi pada Senin dini hari, sebagai upaya pasukan pemerintah merebut kembali kota Khaldiyeh.”Pertempuran itu yang paling keras sejak serangan diluncurkan,” kata pihak Observatorium dalam sebuah pernyataan.
(esn)