Obama sampaikan belasungkawa atas kecelakaan kereta di Spanyol

Jum'at, 26 Juli 2013 - 23:35 WIB
Obama sampaikan belasungkawa...
Obama sampaikan belasungkawa atas kecelakaan kereta di Spanyol
A A A
Sindonews.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menyampaikan ungkapan belasungkawa kepada keluarga korban yang tewas dalam kecelakaan kereta api di barat laut Spanyol. Obama juga menjanjikan bantuan, jika diperlukan.

Obama mengatakan, bahwa ia dan istrinya Michelle sangat terkejut dan sedih mendengar kecelakaan tragis di Kota Santiago de Compostela. "Atas nama rakyat Amerika, kami menawarkan simpati terdalam kami dan belasungkawa kepada keluarga dan orang yang dicintai, dari lebih dari 80 orang yang kehilangan nyawa mereka," kata Obama, Kamis (25/7/2013).

Lebih dari 170 penumpang, termasuk sedikitnya enam warga AS, terluka ketika kereta tergelincir di tikungan, tak lama setelah keluar dari terowongan. "Kami siap untuk memberikan bantuan yang dapat kami lakukan pada hari-hari sulit di depan," tambah Obama, seperti dikutip dari Xinhua.

Sementara itu, masinis kereta api yang tergelincir mulai diperiksa. Ia dituduh mengoperasikan kereta api dengan kecepatan 190 km/jam saat memasuki tikungan Santiago de Compostela, yang membuat kereta api tergelincir.

Seorang hakim di Santiago de Compostela, Galicia, Spanyol, memerintahkan petugas untuk menyelidiki kasus kecelakaan kereta api itu. Hakim memerintahkan polisi untuk memeriksa masinis kereta api, setelah media lokal menulis, masinis bernama Francisco Jose Garzon, 52 tahun mengemudikan kereta api dengan kecepatan 190 km/jam.

Perusahaan Kereta Api Negara, Renfe, menyatakan, masinis itu merupakan masinis kawakan. Ia sudah 30 tahun berpengalaman mengemudikan kereta api di perusahaan Renfe.

Dari video rekaman, tampak kereta dengan 247 orang di dalamnya, meluncur dan menabrak dinding beton. Kereta itu menurut media lokal, melaju dengan kecepatan 190 km/jam saat memasuki tikungan. Padahal batas kecepatan normal saat masuk tikungan 80 km/jam. Penyidik berusaha untuk mencari tahu, mengapa kereta melaju dengan kecepatan seperti itu.
(esn)
Berita Terkait
Alex Rins Menang di...
Alex Rins Menang di MotoGP Amerika Serikat 2023, Alex Marquez: Saya Tidak Terkejut
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Berita Terkini
2 Tentara AS Tewas Dirudal...
2 Tentara AS Tewas Dirudal Iran, Anggota DPR Iran: Silakan Melarikan Diri
50 menit yang lalu
The Wall Street Journal...
The Wall Street Journal Ungkap Kemampuan Rudal Iran Lebih Unggul Dibandingkan Pertahanan Udara AS
1 jam yang lalu
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap Psikologi Presiden Trump Lebih Penting Dibandingkan Biaya Politik
3 jam yang lalu
Khawatir Asia Timur...
Khawatir Asia Timur Jadi Medan Perang, Menhan Jepang: Senjata Nuklir Tak Bisa Dihindari
4 jam yang lalu
Meski Dihujani Puluhan...
Meski Dihujani Puluhan Rudal Rusia, Kenapa Jumlah Korban Tewas di Ukraina Tidak Banyak?
5 jam yang lalu
39 Rudal Rusia Hujani...
39 Rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina, Warga Sipil Ketakutan
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved