Oposisi Suriah sambut baik blacklist UE atas Hizbullah
Selasa, 23 Juli 2013 - 23:32 WIB
Oposisi Suriah sambut baik blacklist UE atas Hizbullah
A
A
A
Sindonews.com – Oposisi Suriah menyambut baik keputusan Uni Eropa yang memasukan sayap militer Hizbullah ke dalam daftar hitam. Beberapa bulan terakhir ini, pejuang Hizbullah dilaporkan telah bergabung dengan tentara rezim Suriah untuk melawan kaum pemebrontak.
“Daftar hitam Hizbullah merupakan langkah yang benar dan menyoroti kebutuhan untuk Uni Eropa untuk mengambil langkah-langkah untuk menghentikan milisi dari intervensi di Suriah," sebut pernyataan Koalisi Nasional Suriah, Selasa (23/7/2013), seperti dikutip dari AFP.
Kelompok oposisi utama di Suriah itu juga menyerukan, agar pejabat Hizbullah dibawa ke pengadilan atas kejahatan teroris yang mereka lakukan di tanah Suriah. "Dunia internasional harus mengambil tindakan pencegahan terhadap para pemimpin Hizbullah, anggota dan pendukung, yang berpartisipasi dalam pertumpahan darah Suriah," lanjut pernyataan itu.
Bertolak belakang dengan sikap oposisi, Pemerintah Suriah justru sangat menyayangkan langkah yang diambil oleh Uni Eropa tersebut. Kementerian Luar Negeri Suriah, menyatakan, mereka mengecam keputusan Uni Eropa yang menempatkan sayap militer kelompok Syiah Libanon ke daftar teroris.
"Suriah mengecam keras keputusan ini dan kekuatan yang berada di belakang itu, karena target masa kini dan masa depan bangsa Arab dan melayani rencana Israel di wilayah tersebut," kata sebuah pernyataan Kementerian Luar Negeri Suriah.
“Daftar hitam Hizbullah merupakan langkah yang benar dan menyoroti kebutuhan untuk Uni Eropa untuk mengambil langkah-langkah untuk menghentikan milisi dari intervensi di Suriah," sebut pernyataan Koalisi Nasional Suriah, Selasa (23/7/2013), seperti dikutip dari AFP.
Kelompok oposisi utama di Suriah itu juga menyerukan, agar pejabat Hizbullah dibawa ke pengadilan atas kejahatan teroris yang mereka lakukan di tanah Suriah. "Dunia internasional harus mengambil tindakan pencegahan terhadap para pemimpin Hizbullah, anggota dan pendukung, yang berpartisipasi dalam pertumpahan darah Suriah," lanjut pernyataan itu.
Bertolak belakang dengan sikap oposisi, Pemerintah Suriah justru sangat menyayangkan langkah yang diambil oleh Uni Eropa tersebut. Kementerian Luar Negeri Suriah, menyatakan, mereka mengecam keputusan Uni Eropa yang menempatkan sayap militer kelompok Syiah Libanon ke daftar teroris.
"Suriah mengecam keras keputusan ini dan kekuatan yang berada di belakang itu, karena target masa kini dan masa depan bangsa Arab dan melayani rencana Israel di wilayah tersebut," kata sebuah pernyataan Kementerian Luar Negeri Suriah.
(esn)