Rusia salahkan AS karena abaikan permintaan ekstradisi teroris
Senin, 22 Juli 2013 - 23:40 WIB
Rusia salahkan AS karena abaikan permintaan ekstradisi teroris
A
A
A
Sindonews.com – Rusia pada Senin (22/7/2013), menuduh Amerika Serikat (AS) mengabaikan permintaan untuk mengekstradisi dua panglima perang pemberontak yang didakwa dengan tuduhan berencana melakukan aksi teroris.
"Kementerian Dalam Negeri Rusia telah menuntut ekstradisi penjahat dari AS selama lebih dari sepuluh tahun. Tetapi, rekan-rekan kami di AS mengabaikan semua permintaan resmi untuk beberapa alasan yang tidak jelas," kata Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Rusia, Andrei Pilipchuk, seperti dikutip dari Xinhua.
Moskow melalui Organisasi Polisi Kriminal Internasional (Interpol), telah berulang kali meminta Washington untuk mengekstradisi Ilias Akhmadov dan Tamaz Nalbandov, dua pentolan pemberontak yang dicari oleh Rusia atas tuduhan teroris.
"(AS) selalu memposisikan diri sebagai pejuang di garis depan melawan terorisme internasional. Sementara itu, AS juga menjadi pelabuhan penjahat yang sangat berbahaya," kata Pilipchuk. Ia menambahkan, kebijakan standar ganda "tidak bisa diterima."
"Terorisme bisa dikalahkan hanya jika dilawan bersama-sama," tambahnya. Surat perintah penangkapan internasional atas Akhmadov telah dikeluarkan pada 2001, atas tuduhan merencanakan sebuah pemberontakan bersenjata di Republik Kaukasus, Rusia Utara.
Sementara bagi Nalbandov, telah dilakukan pencarian internasional sejak 2002 atas penculikan dan pemerasan di Republik Ossetia Utara. Menurut Kementerian Dalam Negeri Rusia, Akhmadov dan Nalbandov telah diberikan "kartu hijau" oleh AS.
"Kementerian Dalam Negeri Rusia telah menuntut ekstradisi penjahat dari AS selama lebih dari sepuluh tahun. Tetapi, rekan-rekan kami di AS mengabaikan semua permintaan resmi untuk beberapa alasan yang tidak jelas," kata Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Rusia, Andrei Pilipchuk, seperti dikutip dari Xinhua.
Moskow melalui Organisasi Polisi Kriminal Internasional (Interpol), telah berulang kali meminta Washington untuk mengekstradisi Ilias Akhmadov dan Tamaz Nalbandov, dua pentolan pemberontak yang dicari oleh Rusia atas tuduhan teroris.
"(AS) selalu memposisikan diri sebagai pejuang di garis depan melawan terorisme internasional. Sementara itu, AS juga menjadi pelabuhan penjahat yang sangat berbahaya," kata Pilipchuk. Ia menambahkan, kebijakan standar ganda "tidak bisa diterima."
"Terorisme bisa dikalahkan hanya jika dilawan bersama-sama," tambahnya. Surat perintah penangkapan internasional atas Akhmadov telah dikeluarkan pada 2001, atas tuduhan merencanakan sebuah pemberontakan bersenjata di Republik Kaukasus, Rusia Utara.
Sementara bagi Nalbandov, telah dilakukan pencarian internasional sejak 2002 atas penculikan dan pemerasan di Republik Ossetia Utara. Menurut Kementerian Dalam Negeri Rusia, Akhmadov dan Nalbandov telah diberikan "kartu hijau" oleh AS.
(esn)