Minta penjelasan program mata-mata, Kolombia kirim tim ahli ke AS
Kamis, 18 Juli 2013 - 22:48 WIB
Minta penjelasan program mata-mata, Kolombia kirim tim ahli ke AS
A
A
A
Sindonews.com – Kolombia akan mengirimkan tim ahli ke Amerika Serikat (AS) untuk meminta penjelasan atas dugaan program mata-mata AS yang menghebohkan dunia. Demikian dinyatakan oleh Menteri Luar Negeri Kolombia, Maria Angela Holguin, Rabu (17/7/2013).
Menurut Holguin, delegasi Kolombia akan bekerja sama dengan pemerintah AS untuk menjelaskan alasan dugaan intersepsi informasi ilegal yang dilakukan oleh National Security Agency (NSA). "Kami akan memiliki metodologi untuk menetapkan kejelasan, dan mereka akan memberi kita informasi lebih lanjut tentang ruang lingkup informasi yang telah dikumpulkan oleh AS,” ujarnya.
Pada pertemuan dengan Duta Besar AS untuk Kolombia, Michael McKinley, Holguin menyatakan ketidakpuasan pemerintahannya terhadap tindakan AS itu dan menuntut klarifikasi cepat demi hubungan bilateral.
“Melakukan tindakan mata-mata, adalah tindakan tidak menghormati kedaulatan nasional dan privasi individu,” kata Holguin. “Tindakan suatu negara harus berada dalam kerangka hukum dan harus didasarkan pada saling menghormati dalam hubungan luar negeri,” lanjutnya.
Pekan lalu, harian asal Brazil, O Globo mengungkapkan serangkaian dokumen yang dibocorkan oleh mantan kontraktor NSA, Edward Snowden. Dalam dokumen itu terbukti, bahwa AS telah memata-matai sejumlah negara Amerika Latin, termasuk Kolombia, Ekuador, dan Venezuela.
Menurut Holguin, delegasi Kolombia akan bekerja sama dengan pemerintah AS untuk menjelaskan alasan dugaan intersepsi informasi ilegal yang dilakukan oleh National Security Agency (NSA). "Kami akan memiliki metodologi untuk menetapkan kejelasan, dan mereka akan memberi kita informasi lebih lanjut tentang ruang lingkup informasi yang telah dikumpulkan oleh AS,” ujarnya.
Pada pertemuan dengan Duta Besar AS untuk Kolombia, Michael McKinley, Holguin menyatakan ketidakpuasan pemerintahannya terhadap tindakan AS itu dan menuntut klarifikasi cepat demi hubungan bilateral.
“Melakukan tindakan mata-mata, adalah tindakan tidak menghormati kedaulatan nasional dan privasi individu,” kata Holguin. “Tindakan suatu negara harus berada dalam kerangka hukum dan harus didasarkan pada saling menghormati dalam hubungan luar negeri,” lanjutnya.
Pekan lalu, harian asal Brazil, O Globo mengungkapkan serangkaian dokumen yang dibocorkan oleh mantan kontraktor NSA, Edward Snowden. Dalam dokumen itu terbukti, bahwa AS telah memata-matai sejumlah negara Amerika Latin, termasuk Kolombia, Ekuador, dan Venezuela.
(esn)