Pemimpin Venezuela Tuding AS Dalang Upaya Pembunuhan dengan Drone
Minggu, 06 Agustus 2023 - 05:15 WIB
loading...
Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Foto/REUTERS
A
A
A
CARACAS - Presiden Venezuela Nicolas Maduro menuduh mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memelopori skema untuk membunuhnya pada tahun 2018.
Maduro mengklaim perintah tersebut datang langsung dari Gedung Putih. Berbicara untuk memperingati 86 tahun sejak berdirinya Garda Nasional Venezuela, peringatan yang jatuh pada hari yang sama dengan upaya pembunuhan yang gagal lima tahun lalu, Maduro menuduh AS dan Kolombia terlibat dalam serangan itu.
Presiden berbicara tentang "keterlibatan pribadi dan langsung yang dimiliki mantan Presiden Donald Trump, Gedung Putih, dalam memerintahkan presiden Kolombia mempersiapkan serangan," yang dia tambahkan dilakukan oleh "kelompok teroris" yang diorganisir di negara tetangga Venezuela.
Maduro kemudian mengklaim penyelidikan selanjutnya mengungkap peran yang dimainkan presiden Kolombia saat itu, Juan Manuel Santos.
Menurut Maduro, Santos adalah "operator langsung dari Bogota" yang membiayai dan merencanakan rencana pembunuhan hanya beberapa hari sebelum dia ditetapkan untuk meninggalkan jabatannya.
Washington dan Bogota telah membantah peran apa pun dalam serangan itu, dengan penasihat keamanan nasional AS saat itu John Bolton menyatakan pada tahun 2018 bahwa itu adalah "dalih yang dibuat oleh rezim itu sendiri."
Baca juga: Meski Teman Rusia, China Pilih Gabung Perundingan Damai Ukraina di Arab Saudi
Maduro mengklaim perintah tersebut datang langsung dari Gedung Putih. Berbicara untuk memperingati 86 tahun sejak berdirinya Garda Nasional Venezuela, peringatan yang jatuh pada hari yang sama dengan upaya pembunuhan yang gagal lima tahun lalu, Maduro menuduh AS dan Kolombia terlibat dalam serangan itu.
Presiden berbicara tentang "keterlibatan pribadi dan langsung yang dimiliki mantan Presiden Donald Trump, Gedung Putih, dalam memerintahkan presiden Kolombia mempersiapkan serangan," yang dia tambahkan dilakukan oleh "kelompok teroris" yang diorganisir di negara tetangga Venezuela.
Maduro kemudian mengklaim penyelidikan selanjutnya mengungkap peran yang dimainkan presiden Kolombia saat itu, Juan Manuel Santos.
Menurut Maduro, Santos adalah "operator langsung dari Bogota" yang membiayai dan merencanakan rencana pembunuhan hanya beberapa hari sebelum dia ditetapkan untuk meninggalkan jabatannya.
Washington dan Bogota telah membantah peran apa pun dalam serangan itu, dengan penasihat keamanan nasional AS saat itu John Bolton menyatakan pada tahun 2018 bahwa itu adalah "dalih yang dibuat oleh rezim itu sendiri."
Baca juga: Meski Teman Rusia, China Pilih Gabung Perundingan Damai Ukraina di Arab Saudi
Lihat Juga :