Arab Saudi legalkan status jutaan pekerja asing

Selasa, 16 Juli 2013 - 20:33 WIB
Arab Saudi legalkan...
Arab Saudi legalkan status jutaan pekerja asing
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Arab Saudi telah mensahkan status hampir 4 juta warga asing, setelah pemerintah memberikan amnesti, empat bulan yang lalu, Selasa (16/7/2013).

Deputi Menteri Inspeksi dan Mengembangkan Suasana Kerja Arab Saudi, Abdullah Abuthnain mengatakan, bahwa pihak asing dapat mengubah profesi mereka secara gratis dengan menggunakan layanan elektronik kementerian, tanpa mengunjungi kantor instansi terkait.

"Sampai 6 Juli kemarin, kami telah memperbaharui status 1,12 juta ekspatriat," ungkap Abuthnain.

"Selama empat bulan itu, kami juga telah memperbaharui izin bagi 1,6 juta pekerja asing. Di mana, 34 persen pekerja asing itu bermukim di wilayah Riyadh," terang Abuthnain.

Dari jumlah itu, perbaharuan terbanyak terjadi di sektor konstruksi dengan 575.800 ekspatriat, sedangkan di sektor perdagangan jumlahnya mencapai 220.172 ekspatriat. Sementara, sekitar 60.335 ekspatriat dialihkan dari sektor jasa ke pangan.

Sebanyak 60.101 dipindahkan ke sektor hilir, sementara 55.139 dipindahkan untuk sektor pemeliharaan lokakarya.Selain itu, tercatat 42.836 ekspatriat dipindahkan ke sektor kontraktor, pembersihan dan pemeliharaan, 26.566 untuk sponsor individu, 24.506 dengan sektor transportasi, 19.659 untuk sektor jasa sosial dan 15.675 untuk sektor pertanian dan perikanan.

Pada 3 Juli lalu, Pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk memperpanjang waktu pemberian amnesti. Sebab, para pengusaha dan ekonom di Arab Saudi beralasan, mereka butuh waktu untuk melakukan proses koreksi pencarian data hampir dua juta pekerja asing. Dari gelombang amnesti pertama, sebanyak 1,5 juta pekerja asing telah menerima manfaat dari amnesti tersebut.

Amnesti yang diberikan pemerintah Arab Saudi mencakup semua ekspatriat yang melakukan pelanggaran tenaga kerja dan tempat tinggal. "Perpanjangan amnesti bertujuan membantu mengurangi jumlah pekerja ilegal di negeri ini, karena mereka bisa meninggalkan Arab Saudi tanpa takut untuk membayar denda dan biaya akumulasi," ungkap Abdulrahman Al Qahtani, pengamat ekonomi kepada Al Riyadh.
(esn)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Arab Saudi Segera Buka...
Arab Saudi Segera Buka Toko Alkohol Pertama
Pangeran Badr bin Abdul...
Pangeran Badr bin Abdul Mohsin yang Memajukan Tradisi dan Budaya Saudi Meninggal pada Usia 75 Tahun
Anak Muda Saudi Ini...
Anak Muda Saudi Ini Ubah Gurun Pasir Jadi Ladang Pertanian yang Menarik Wisatawan Asing
3 Alasan PM Netanyahu...
3 Alasan PM Netanyahu Meminta Raja Salman Mendirikan Negara Palestina di Arab Saudi
Arab Saudi Bertambah...
Arab Saudi Bertambah Kaya Raya, Ternyata Ini 3 Penyebabnya
Berita Terkini
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
1 jam yang lalu
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
1 jam yang lalu
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
2 jam yang lalu
Jet Tempur Masa Depan...
Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya
2 jam yang lalu
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
2 jam yang lalu
Bela Iran, Houthi Larang...
Bela Iran, Houthi Larang Seluruh Kapal Israel Lewat Laut Merah
3 jam yang lalu
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved