5 warga Irak tewas akibat ledakan bom
Kamis, 11 Juli 2013 - 16:35 WIB
5 warga Irak tewas akibat ledakan bom
A
A
A
Sindonews.com - Sebuah truk meledak di lingkungan Syiah Turkoman, wilayah Irak Utara, Kamis (11/7/2013). Polisi Irak mengatakan, ledakan itu menewaskan lima orang dan melukai 29 orang lainnya.
"Ledakan bom itu terjadi pagi ini. Seorang pria dengan sengaja menabrakan dirinya k sebuah bus yang tengah melintasi di lingkungan Aq-Sou. Ledakan besar itu menyebabkan kerusakan pada delapan rumah dan membakar lebih dari selusin kendaraan," ungkap polisi Irak kepada Xinhua.
Polisi menambahkan, jumlah korban tewas akibat ledakan bom itu mungkin dapat bertambah, bersamaan proses evakuasi para korban luka-luka oleh ambulan, kendaraan sipil dan mobil patroli polisi. Para korban dilarikan ke sejumlah rumah sakit berbeda.
Sejauh ini, tidak ada kelompok yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut. Diduga kuat dalang di balik serangan ini adalah kelompok al-Qaeda Irak. Aksi kekerasan di Irak meningkat sejak awal 2013, bertepatan dengan maraknya aksi protes yang digelar oleh muslim Sunni yang merasa terdiskriminasi oleh pemerintah dan pasukan keamanan yang didominasi oleh pengikut Syiah.
Pasukan misi perdamaian PBB di Irak (UNAMI) melaporkan, jumlah korban tewas akibat aksi terorisme dan kekerasan di Irak sepanjang Juni mencapai 761 jiwa. Sementara jumlah korban luka-luka mencapai 1.771 orang.
Jumlah itu menunjukan penurunan dibanding Mei lalu, di mana korban tewas mencapai 1.045 jiwa, sementara korban luka-luka mencapai 2.397 jiwa. Kondisi ini memicu kekhawatiran, bahwa kelompok teroris membuat kekerasan semakin meluas.
"Ledakan bom itu terjadi pagi ini. Seorang pria dengan sengaja menabrakan dirinya k sebuah bus yang tengah melintasi di lingkungan Aq-Sou. Ledakan besar itu menyebabkan kerusakan pada delapan rumah dan membakar lebih dari selusin kendaraan," ungkap polisi Irak kepada Xinhua.
Polisi menambahkan, jumlah korban tewas akibat ledakan bom itu mungkin dapat bertambah, bersamaan proses evakuasi para korban luka-luka oleh ambulan, kendaraan sipil dan mobil patroli polisi. Para korban dilarikan ke sejumlah rumah sakit berbeda.
Sejauh ini, tidak ada kelompok yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut. Diduga kuat dalang di balik serangan ini adalah kelompok al-Qaeda Irak. Aksi kekerasan di Irak meningkat sejak awal 2013, bertepatan dengan maraknya aksi protes yang digelar oleh muslim Sunni yang merasa terdiskriminasi oleh pemerintah dan pasukan keamanan yang didominasi oleh pengikut Syiah.
Pasukan misi perdamaian PBB di Irak (UNAMI) melaporkan, jumlah korban tewas akibat aksi terorisme dan kekerasan di Irak sepanjang Juni mencapai 761 jiwa. Sementara jumlah korban luka-luka mencapai 1.771 orang.
Jumlah itu menunjukan penurunan dibanding Mei lalu, di mana korban tewas mencapai 1.045 jiwa, sementara korban luka-luka mencapai 2.397 jiwa. Kondisi ini memicu kekhawatiran, bahwa kelompok teroris membuat kekerasan semakin meluas.
(esn)