Rusia ragukan komitmen perdamaian Kepala oposisi Suriah
Senin, 08 Juli 2013 - 23:43 WIB
Rusia ragukan komitmen perdamaian Kepala oposisi Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Rusia mengatakan pada Senin (8/7/2013), bahwa pernyataan pemimpin baru oposisi Suriah, Ahmad Jarba, telah menimbulkan pertanyaan tentang dedikasinya untuk solusi politik atas konflik di Suriah.
Pada akhir pekan lalu, Jarba mengaku pada Reuters, bahwa ia tidak akan pergi ke konferensi perdamaian di Jenewa, yang digagas oleh Rusia dan Amerika Serikat (AS). Jarba akan mempertimbangkan akan pergi, jika bantuan militer bagi kaum pemberontak diluncurkan.
"Laporan pertama oleh pemimpin baru dari Koalisi Nasional Suriah, telah meningkatkan seluruh rangkaian pertanyaan tentang tindakan yang prospektif dan yang paling penting tentang komitmen untuk solusi politik dari krisis berkepanjangan di Suriah," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Alexander Lukashevich.
"Apa yang dibutuhkan dari kepemimpinan baru dari Koalisi Nasional Suriah adalah ekspresi yang jelas dan tegas tentang kesiapan untuk mengirim perwakilan ke konferensi perdamaian di Jenewa," lanjut Lukashevich.
Dia menambahkan, bahwa Rusia terbuka untuk membangun kontak dengan kepemimpinan baru kelompok oposisi Suriah. Sebelumnya, Rusia dan AS telah mengumumkan, bahwa mereka akan mencoba untuk membawa pemerintah Suriah dan pihak oposisi hadi di konferensi perdamaian Suriah yang akan digelar di Jenewa.
Namun, hingga kini belum ditetapkan tanggal pasti konferensi itu. Konflik di Suriah sendiri tak menunjukan tanda-tanda akan berakhir, meski perang berdarah itu telah berlangsung lebih dari dua tahun dan menelan korban jiwa puluhan ribu orang tak berdosa.
Pada akhir pekan lalu, Jarba mengaku pada Reuters, bahwa ia tidak akan pergi ke konferensi perdamaian di Jenewa, yang digagas oleh Rusia dan Amerika Serikat (AS). Jarba akan mempertimbangkan akan pergi, jika bantuan militer bagi kaum pemberontak diluncurkan.
"Laporan pertama oleh pemimpin baru dari Koalisi Nasional Suriah, telah meningkatkan seluruh rangkaian pertanyaan tentang tindakan yang prospektif dan yang paling penting tentang komitmen untuk solusi politik dari krisis berkepanjangan di Suriah," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Alexander Lukashevich.
"Apa yang dibutuhkan dari kepemimpinan baru dari Koalisi Nasional Suriah adalah ekspresi yang jelas dan tegas tentang kesiapan untuk mengirim perwakilan ke konferensi perdamaian di Jenewa," lanjut Lukashevich.
Dia menambahkan, bahwa Rusia terbuka untuk membangun kontak dengan kepemimpinan baru kelompok oposisi Suriah. Sebelumnya, Rusia dan AS telah mengumumkan, bahwa mereka akan mencoba untuk membawa pemerintah Suriah dan pihak oposisi hadi di konferensi perdamaian Suriah yang akan digelar di Jenewa.
Namun, hingga kini belum ditetapkan tanggal pasti konferensi itu. Konflik di Suriah sendiri tak menunjukan tanda-tanda akan berakhir, meski perang berdarah itu telah berlangsung lebih dari dua tahun dan menelan korban jiwa puluhan ribu orang tak berdosa.
(esn)