PM Irak ucapkan selamat pada Presiden sementara Mesir
Kamis, 04 Juli 2013 - 23:27 WIB
PM Irak ucapkan selamat pada Presiden sementara Mesir
A
A
A
Sindonews.com – Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki mengirimkan surat ucapan selamat pada Presiden interim Mesir, Adli Mansour, Kamis (4/7/2013).
"Kami memperbaharui dukungan kepada rakyat Mesir dan pilihan yang bijak, kami mengkonfirmasi keyakinan kita dalam kemampuan Mesir untuk mengatasi fase sulit ini dalam rangka untuk mengembalikan peran negara mereka pada tingkat regional dan internasional," sebut pernyataan yang dikeluarkan kantor Maliki, seperti dikutip dari Xinhua.
Maliki juga menyatakan harapan, bahwa Mesir akan terus maju untuk mencapai tuntutan dan aspirasi rakyat, dengan melakukan pemilihan presiden secepatnya, serta mempromosikan rekonsiliasi nasional, seperti yang disusun dalam road map masa depan militer.
"Irak berharap untuk meningkatkan hubungan antara kedua negara, sehingga mencapai kemajuan dan kemakmuran," lanjut pernyataan itu. Sebelumnya, pada Kamis, Mansour yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung Mesir, dilantik sebagai Kepala Negara sementara, setelah militer menggulingkan presiden Mohamed Morsi.
Protes nasional terhadap Morsi yang berorientasi Islam, pecah sejak 30 Juni silam, bertepatan dengan ulang tahun pertama pemerintahannya. Di tengah konflik, militer Mesir menetapkan ultimatum 48 jam bagi Morsi untuk merespon tuntutan masyarakat.
Pada Rabu (3/7/2013) malam, militer Mesir mengkudeta kekuasaan Morsi dan menyerahkan kekuasaan pada Mansour. Setidaknya 11 orang tewas dan lebih dari 500 terluka dalam bentrokan antara pendukung dan penentang Morsi, sebelum terjadinya kudeta.
"Kami memperbaharui dukungan kepada rakyat Mesir dan pilihan yang bijak, kami mengkonfirmasi keyakinan kita dalam kemampuan Mesir untuk mengatasi fase sulit ini dalam rangka untuk mengembalikan peran negara mereka pada tingkat regional dan internasional," sebut pernyataan yang dikeluarkan kantor Maliki, seperti dikutip dari Xinhua.
Maliki juga menyatakan harapan, bahwa Mesir akan terus maju untuk mencapai tuntutan dan aspirasi rakyat, dengan melakukan pemilihan presiden secepatnya, serta mempromosikan rekonsiliasi nasional, seperti yang disusun dalam road map masa depan militer.
"Irak berharap untuk meningkatkan hubungan antara kedua negara, sehingga mencapai kemajuan dan kemakmuran," lanjut pernyataan itu. Sebelumnya, pada Kamis, Mansour yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung Mesir, dilantik sebagai Kepala Negara sementara, setelah militer menggulingkan presiden Mohamed Morsi.
Protes nasional terhadap Morsi yang berorientasi Islam, pecah sejak 30 Juni silam, bertepatan dengan ulang tahun pertama pemerintahannya. Di tengah konflik, militer Mesir menetapkan ultimatum 48 jam bagi Morsi untuk merespon tuntutan masyarakat.
Pada Rabu (3/7/2013) malam, militer Mesir mengkudeta kekuasaan Morsi dan menyerahkan kekuasaan pada Mansour. Setidaknya 11 orang tewas dan lebih dari 500 terluka dalam bentrokan antara pendukung dan penentang Morsi, sebelum terjadinya kudeta.
(esn)