Filipina perkuat pengawasan untuk cegah tentara anak-anak

Kamis, 04 Juli 2013 - 23:02 WIB
Filipina perkuat pengawasan...
Filipina perkuat pengawasan untuk cegah tentara anak-anak
A A A
Sindonews.com – Pemerintah Filipina telah mengintensifkan sistem pemantauan untuk memastikan, bahwa anak-anak tidak digunakan dalam konflik bersenjata. Demikian dinyatakan oleh Sekretaris Departemen Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan (DSWD), Corazon Soliman, Kamis (4/7/2013).

Penyataan ini dikeluarkan Soliman, terkait laporan PBB baru-baru ini yang menyatakan Filipina masuk ke dalam daftar 22 negara, di mana anak-anak terlibat dalam konflik bersenjata sebagai tentara.

Menurut laporan PBB, tercatat ada 11 insiden perekrutan dan penggunaan anak-anak yang melibatkan 23 anak laki-laki dan tiga perempuan, berusia 12 sampai 17 tahun. Mereka direkrut oleh kelompok Abu Sayyaf (ASG), Tentara Rakyat Baru (NPA), Pembebasan Islam Moro (MILF), dan Angkatan Bersenjata Filipina (AFP).

Soliman memerintahkan Dewan untuk Kesejahteraan Anak (KSK), sebuah lembaga di bawah DSWD, untuk menggandakan upaya dalam pemantauan kasus ini. "Kami sangat prihatin dengan laporan PBB ini. Dan, kami ingin tahu, apakah ada kebenaran dalam hal ini. Pemerintah ini tidak memperbolehkan perekrutan prajurit anak," kata Soliman, seperti dikutip dari Xinhua.

KSK melakukan Pemantauan, Pelaporan, dan Respon System (MRRS) antar lembaga yang bertugas untuk mengumpulkan, memvalidasi, dan memonitor laporan insiden pelanggaran hak anak, serta menjamin penyediaan respon antar-instansi yang berwenang dan tepat waktu.
(esn)
Berita Terkait
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
Musuh Sekaligus Pengkritik...
Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Duterte Incar Kursi...
Duterte Incar Kursi Wapres Filipina setelah Lengser
Rencanakan Pemboman,...
Rencanakan Pemboman, 'Calon Pengantin' Perempuan Diciduk Tentara Filipina
Berita Terkini
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
32 menit yang lalu
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
2 jam yang lalu
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
3 jam yang lalu
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
4 jam yang lalu
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
5 jam yang lalu
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
6 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved