Bentrok dengan tentara tewaskan 8 pemberontak Filipina
Kamis, 04 Juli 2013 - 19:55 WIB
Bentrok dengan tentara tewaskan 8 pemberontak Filipina
A
A
A
Sindonews.com - Bentrokan antara tentara Filipina dan pemberontak sayap kiri pecah di Provinsi Sorsogon, Kamis (4/7/2013) pagi. Pejabat militer Filipina mengatakan, delapan anggota militan yang diduga anggota Tentara Rakyat Baru (NPA) tewas dalam bentrok itu.
"Baku tembak antara Yonif 31 dan sekitar 20 pemberontak pecah di Desa Calmayon, Juban," ungkap Letnan Kolonel Ramon Zagala, Juru bicara Angkatan Bersenjata Filipina.
Zagala mengatakan, bentrok yang berlangsung sekitar 35 menit itu menewaskan delapan anggota NPA, dua di antaranya adalah wanita.
Tidak ada korban tewas ataupun luka-luka dari pihak tentara Filipina. Dalam kesempatan itu, mereka berhasil menyita lima senapan M 16 dan sebuah bom rakitan dari tangan pemberontak.
Bentrokan antara tentara dan pemberontak NPA tak terelakan setelah tentara menanggapi laporan warga, bahwa pemberontak melakukan kegiatan pemerasan di Desa Calmayon.
"Tentara hingga kini masih menggelar operasi pengejaran terhadap belasan pemberontak yang kabur dalam baku tembak tersebut," ungkap Zagala.
NPA sendiri merupakan sayap militer Partai Komunis Filipina. Mereka melancarkan perang gerilya di pedesaan Selatan Filipina selama empat dekade. Militer Filipina memperkirakan kekuatan kelompok ini mencapai lebih dari 5.000 jiwa di seluruh negeri.
"Baku tembak antara Yonif 31 dan sekitar 20 pemberontak pecah di Desa Calmayon, Juban," ungkap Letnan Kolonel Ramon Zagala, Juru bicara Angkatan Bersenjata Filipina.
Zagala mengatakan, bentrok yang berlangsung sekitar 35 menit itu menewaskan delapan anggota NPA, dua di antaranya adalah wanita.
Tidak ada korban tewas ataupun luka-luka dari pihak tentara Filipina. Dalam kesempatan itu, mereka berhasil menyita lima senapan M 16 dan sebuah bom rakitan dari tangan pemberontak.
Bentrokan antara tentara dan pemberontak NPA tak terelakan setelah tentara menanggapi laporan warga, bahwa pemberontak melakukan kegiatan pemerasan di Desa Calmayon.
"Tentara hingga kini masih menggelar operasi pengejaran terhadap belasan pemberontak yang kabur dalam baku tembak tersebut," ungkap Zagala.
NPA sendiri merupakan sayap militer Partai Komunis Filipina. Mereka melancarkan perang gerilya di pedesaan Selatan Filipina selama empat dekade. Militer Filipina memperkirakan kekuatan kelompok ini mencapai lebih dari 5.000 jiwa di seluruh negeri.
(esn)