Thailand himbau warganya menjauh dari aksi protes Mesir
Rabu, 03 Juli 2013 - 21:05 WIB
Thailand himbau warganya menjauh dari aksi protes Mesir
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Luar Negeri Thailand memperingatkan warganya yang tinggal dan bekerja di Mesir untuk tetap berada di rumah, Rabu (3/7/2013). Kemlu Thailand mengatakan, penting bagi warga Thailand untuk menghindari kerumunan pengunjuk rasa dan mengantisipasi tindak kekerasan yang mungkin saja diambil oleh pemerintah Mesir.
"Sampai saat ini belum ada laporan warga Thailand yang menjadi korban luka-luka dalam bentrok sporadis yang terjadi di Mesir," ungkap Jakkrit Srivali, wakil Juru Bicara Kemlu Thailand.
"Sejauh ini tidak dibutuhkan tindakan untuk mengevakuasi warga Thailand di Mesir dan sampai saat ini belum ada warga yang meminta bantuan untuk dipulangkan ke tanah air," lanjut Srivali.
Menurut data, hari ini tercatat ada 1800 warga Thailand menempuh pendidikan di Ibu Kota Kairo, sekitar 500 orang menjalankan usaha restoran dan spa, serta 200 orang memutuskan menikah dengan warga Mesir dan tinggal di Kairo.
Seperti diketahui, situasi di Mesir hari ini tengah memanas. Presiden Mesir, Mohamed Morsi dalam pidato yang disiarkan stasiun televisi setempat, tengah malam tadi, menegaskan, bahwa ia tetap presiden sah Mesir. Dia dengan tegas menolak ultimatum pihak militer yang jatuh tempo pada Rabu (3/7/2013) pukul 16.30 waktu setempat.
Bahkan, Morsi siap mempertaruhkan hidupnya, dem mempertahankan legitimasi konstitusional. Dia menuding kerusuhan di Mesir sebagai sisa-sisa rezim terguling, Hosni Mubarak, dan menyerukan kepada para demonstran untuk menghormati aturan hukum.Sementara itu, bentrok antara pendukung dan penentang Morsi sepanjang hari itu telah mewaskan 16 orang. Insiden itu terjadi, saat digelar rapat umum pro-Morsi.
"Sampai saat ini belum ada laporan warga Thailand yang menjadi korban luka-luka dalam bentrok sporadis yang terjadi di Mesir," ungkap Jakkrit Srivali, wakil Juru Bicara Kemlu Thailand.
"Sejauh ini tidak dibutuhkan tindakan untuk mengevakuasi warga Thailand di Mesir dan sampai saat ini belum ada warga yang meminta bantuan untuk dipulangkan ke tanah air," lanjut Srivali.
Menurut data, hari ini tercatat ada 1800 warga Thailand menempuh pendidikan di Ibu Kota Kairo, sekitar 500 orang menjalankan usaha restoran dan spa, serta 200 orang memutuskan menikah dengan warga Mesir dan tinggal di Kairo.
Seperti diketahui, situasi di Mesir hari ini tengah memanas. Presiden Mesir, Mohamed Morsi dalam pidato yang disiarkan stasiun televisi setempat, tengah malam tadi, menegaskan, bahwa ia tetap presiden sah Mesir. Dia dengan tegas menolak ultimatum pihak militer yang jatuh tempo pada Rabu (3/7/2013) pukul 16.30 waktu setempat.
Bahkan, Morsi siap mempertaruhkan hidupnya, dem mempertahankan legitimasi konstitusional. Dia menuding kerusuhan di Mesir sebagai sisa-sisa rezim terguling, Hosni Mubarak, dan menyerukan kepada para demonstran untuk menghormati aturan hukum.Sementara itu, bentrok antara pendukung dan penentang Morsi sepanjang hari itu telah mewaskan 16 orang. Insiden itu terjadi, saat digelar rapat umum pro-Morsi.
(esn)