Serangan drone AS bunuh 17 orang di Pakistan
Rabu, 03 Juli 2013 - 12:56 WIB
Serangan drone AS bunuh 17 orang di Pakistan
A
A
A
Sindonews.com - Sebuah pesawat tak berawak (drone) AS menyerang wilayah perbatasan yang tengah bergolak di Paksitan, Rabu (3/7/2013). Akibat serangan drone itu, 17 orang terbunuh.
Para pejabat keamanan Pakistan, mengatakan, serangan drone mematikan itu merupakan serangan terbesar tahun ini, dan yang kedua sejak Nawaz Sharif menjabat sebagai Perdana Menteri.
Menurut Komandan Taliban dan pejabat keamanan Paksitan, sebagian besar dari korban yang tewas adalah para pejuang jaringan Haqqani. Dalam insiden itu, dua rudal menghantam sebuah rumah di dekat pasar utama di Miranshah, Ibu Kota Provinsi Waziristan Utara. Daerah tersebut, dianggap sebagai basis Taliban.
Kepala suku lokal, Kaleemullah Dawar, mengatakan, banyak yang terluka dalam serangan drone AS. Para penyelamat, katanya, tak berani mendekat karena khawatir jadi korban kedua.
”Tidak mungkin orang-orang bisa menyelamatkan, di saat drone masih terbang di atas daerah ini,” kata Dawar dikutip Reuters.
Sharif, yang memenangkan Pemilu Mei lalu, telah menyerukan kepada AS agar menghentikan serangan drone, karena melanggar kedaulatan Pakistan. Tapi, Pemerintah AS berkilah, jika serangan itu ditujukan pada militan yang tidak mungkin dijangakau tentara Pakistan.
Para pejabat keamanan Pakistan, mengatakan, serangan drone mematikan itu merupakan serangan terbesar tahun ini, dan yang kedua sejak Nawaz Sharif menjabat sebagai Perdana Menteri.
Menurut Komandan Taliban dan pejabat keamanan Paksitan, sebagian besar dari korban yang tewas adalah para pejuang jaringan Haqqani. Dalam insiden itu, dua rudal menghantam sebuah rumah di dekat pasar utama di Miranshah, Ibu Kota Provinsi Waziristan Utara. Daerah tersebut, dianggap sebagai basis Taliban.
Kepala suku lokal, Kaleemullah Dawar, mengatakan, banyak yang terluka dalam serangan drone AS. Para penyelamat, katanya, tak berani mendekat karena khawatir jadi korban kedua.
”Tidak mungkin orang-orang bisa menyelamatkan, di saat drone masih terbang di atas daerah ini,” kata Dawar dikutip Reuters.
Sharif, yang memenangkan Pemilu Mei lalu, telah menyerukan kepada AS agar menghentikan serangan drone, karena melanggar kedaulatan Pakistan. Tapi, Pemerintah AS berkilah, jika serangan itu ditujukan pada militan yang tidak mungkin dijangakau tentara Pakistan.
(esn)